JAKARTA - Sidang perdana kasus suap pengaturan kuota daging impor dengan terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) terancam molor. Mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sedianya menjalani sidang minggu depan. Namun, jadwal tersebut bisa jadi mundur karena LHI mengeluh sakit. Pengacara LHI, Zainuddin Paru, kemarin mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meminta izin menjenguk kliennya yang ditahan di Rutan Guntur. \"Minggu lalu saya belum sempat membesuk beliau,\" ujarnya. Menurut Zainuddin, kliennya sakit hemaroid atau ambeien. Sakit itulah yang membuat LHI sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pekan lalu. Dia berharap kliennya itu diberi kesempatan untuk dirawat intesif oleh dokter. \"Sakit yang diderita itu sudah grade (stadium, red) tiga. Kalau seperti itu harusnya dilakukan dengan tindakan operasi,\" paparnya. Dalam proses penyidikan LHI pernah mengajukan berobat dan diizinkan. Nah harusnya pekan ini diizinkan lagi berobat untuk check-up atas penyakit tersebut. \"Tapi, tidak tahunya saat ini sudah ada pelimpahan berkas ke pengadilan,\" terangnya. Zainuddin mendapatkan konfirmasi jadwal sidang perdana itu sekitar 25-26 Juni. \"Kita tunggu saja ya. Biasanya 3x24 jam sebelum jadwal sidang kami mendapatkan surat pemanggilan,\" terangnya. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan kewenangan memberikan izin tidak lagi ditangan KPK. Sebab, berkas perkara LHI sudah dilimpahkan ke pengadilan. Dia menyarankan agar pengacara LHI mengajukan izin ke hakim. Mengenai perlu tidaknya LHI diizinkan dirawat dan dioperasi, Johan belum bisa menjawab. Dia belum mendapatkan keterangan dari tim dokter di Rutan Guntur. \"Perlu dicek dulu oleh tim dokter di Rutan. Secara media perlu dioperasi atau tidak. Tapi, sekali lagi izin itu ada di tangan hakim,\" paparnya. Johan mengatakan, persidangan untuk terdakwa LHI dan Ahmad Fathanah dijadwalkan oleh pengadilan awal pekan depan. \"Biasanya seminggu setelah berkas kami limpahkan. Kalau berkasnya kami limpahkan Senin kemarin (17/6), ya mungkin awal pekan depan,\" paparnya. Johan mengatakan dari sidang terdakwa LHI dan Fathanah kemungkinan akan muncul fakta dan informasi baru yang bisa menjadi bahan pengembangkan penyidikan KPK. Dari persidangan terhadap dua direktur PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendy dan Juard Effendi, penyidik mendapatkan informasi-informasi tambahan untuk pengembangan kasus. \"Saat ini kan masih ada satu berkas yang dalam proses penyidikan, yakni untuk tersangka MEL (Maria Elizabeth Liman, dirut PT Indoguna Utama, red). Dari informasi yang baru didapat, penyidik berupaya melakukan pembuktian terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat,\" jelas Johan. (gun/ca)
Luthfi Sakit, Sidang Perdana Terancam Molor
Rabu 19-06-2013,13:00 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 12-03-2026,08:39 WIB
Program Gentengisasi Jatiwangi Resmi Dimulai, Maruarar Sirait Lepas 14 Truk Genteng Senilai Rp3 Miliar
Kamis 12-03-2026,05:01 WIB
Kuota Mudik Gratis Jabar Masih Ada! 1.012 Kursi Tersisa, Cek Rute dan Jadwalnya
Kamis 12-03-2026,13:46 WIB
Kebakaran di Gunungjati Cirebon, Diduga Anak Main Petasan di Dalam Rumah
Kamis 12-03-2026,10:55 WIB
Mudik Lebaran 2026: Polresta Cirebon Kerahkan 1.200 Personel dan Dirikan 11 Pos Pengamanan
Kamis 12-03-2026,13:07 WIB
Salat Idul Fitri di Alun-alun Kejaksan Cirebon: Target 10 Ribu Jemaah, Ada Skenario Cuaca Ekstrem
Terkini
Jumat 13-03-2026,04:01 WIB
Kasus Campak di Jabar Meningkat, Warga Diimbau Waspada Saat Mudik Lebaran 2026
Jumat 13-03-2026,03:32 WIB
Daniel Muttaqien dan Partai Golkar Kabupaten Cirebon Santuni Puluhan Anak Yatim di Momen Ramadan
Jumat 13-03-2026,03:00 WIB
Tim Resmob Polres Cirebon Kota Kejar Komplotan Curanmor, Pelaku Kabur ke Area Tambak
Jumat 13-03-2026,02:31 WIB
Berbagi di Bulan Ramadan, DPD PAN Kota Cirebon Ajak Anak Yatim Buka Puasa Bersama
Jumat 13-03-2026,02:01 WIB