JAKARTA - Dua hari sudah polisi merekonstruksi kasus pencurian 250 batang dinamit milik PT Muliti Nitrotama Kimia (MNK). Hingga kemarin (4/7) polisi belum menemukan petunjuk lokasi pencurian dinamit tersebut. Polisi pun akhirnya mengakui ada kelalaian pada ekspedisi, sehingga truk pengangkut dinamit bisa kebobolan. Sejak Rabu (3/7) lalu, polisi merekonstruksi perjalanan empat truk pengangkut dinamit yang berangkat dari PT MNK. Salah satu truk tersebut direncanakan bakal melanjutkan perjalanan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) karena sebagian dinamit itu juga pesanan perusahaan tambang di provinsi tersebut. Polisi mulai merekonstruksi sejak awal dinamit-dinamit itu dinaikkan ke atas truk. Rekonstruksi berlanjut di sepanjang jalur truk tersebut. Termasuk, lima lokasi pemberhentian truk. Namun, rekonstruksi selama dua hari itu belum menghasilkan petunjuk berarti, bahkan untuk sekadar memastikan di mana lokasi dinamit itu dicuri. Hingga saat ini, polisi masih menduga jika pelaku pencurian dinamit merupakan bajing loncat biasa. Hal itu didasari cara kerjanya yang khas, yakni mengincar truk yang baknya hanya ditutup terpal. Pelaku tinggal menyobek terpal lalu mengeluarkan beberapa barang sesuai keinginan. Setelahnya, barang curian langsung dilemparkan ke komplotannya yang biasanya mengikuti di belakang truk. Karopenmas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar menyatakan, penyelidikan atas hilangnya dinamit tersebut masih belum usai. \"Kami memeriksa 17 saksi, dan 10 di antaranya masih terus diperdalam,\" ujarnya kemarin. Tidak hanya saksi dari pihak MNK maupun ekspedisi, beberapa orang pelayan rumah makan yang sempat disinggahi para sopir pun dimintai keterangan. Mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya itu mengatakan, pihaknya juga mengevaluasi pengiriman bahan peledak semacam dinamit. Hasil evaluasi sementara menujukkan, tidak ada yang salah dalam hal pengepakan dinamit. PT MNK memiliki standar keamanan sendiri dalam pengemasan dinamit sebelum dikeluarkan dari pabrik. Yang bermasalah justru pada pengangkutannya. Boy mengatakan, tidak seharusnya benda berbahaya semacam dinamit dikirim menggunakan truk yang hanya ditutup terpal. \"Mestinya memang memakai truk box,\" ujarnya. Truk box selama ini relatif jarang menjadi incaran para bajing loncat karena eksekusinya sulit. Truk box, terang Boy, tidak memiliki pijakan, dan cara mengamankan barangnya cukup dengan mengunci pintu box. Para bajing loncat akan kesulitan meski hanya untuk sekadar ngegandol di box. Berbeda halnya dengan truk bak yang hanya ditutupi terpal. Truk semacam itu lebih rawan digarong. Karena itu, Mabes Polri bakal menegur PT MNK yang sembarangan dalam memilih perusahaan ekspedisi. Dengan tingkat bahaya yang begitu tinggi, seharusnya PT MNK bisa memilih perusahaan pengangkutan yang sesuai dengan level kerawanan barang yang dikirim. (byu/agm)
Polri Soroti Cara Angkut Dinamit
Jumat 05-07-2013,09:12 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 12-03-2026,03:02 WIB
BMKG Rilis Posisi Hilal Syawal 1447 H, Idulfitri Diprediksi 21 Maret 2026
Kamis 12-03-2026,05:01 WIB
Kuota Mudik Gratis Jabar Masih Ada! 1.012 Kursi Tersisa, Cek Rute dan Jadwalnya
Kamis 12-03-2026,04:01 WIB
BGN Hentikan Operasional 1.512 SPPG di Jawa, Ini Daftar Provinsi Terdampak
Kamis 12-03-2026,08:39 WIB
Program Gentengisasi Jatiwangi Resmi Dimulai, Maruarar Sirait Lepas 14 Truk Genteng Senilai Rp3 Miliar
Kamis 12-03-2026,02:33 WIB
Immoderma Cirebon Berbagi di Bulan Ramadan, 100 Paket Sembako Disalurkan untuk Anak Binaan
Terkini
Kamis 12-03-2026,22:26 WIB
Polres Cirebon Kota Gelar Apel Operasi Ketupat Lodaya 2026, Siap Amankan Mudik dan Lebaran
Kamis 12-03-2026,22:14 WIB
Puting Beliung Terjang 2 Desa di Suranenggala, Bupati Imron Pastikan Bantuan dan Perbaikan Sekolah
Kamis 12-03-2026,21:22 WIB
Kelme Rilis Jersey Terbaru Timnas Indonesia, Harga Mulai Rp749 Ribu
Kamis 12-03-2026,21:07 WIB
Belajar Al-Qur’an hingga Berbagi Takjil, Ramadan DWP Kota Cirebon Berakhir Khidmat
Kamis 12-03-2026,20:21 WIB