Selain itu, pelaksana haji akan mengatur distribusi jemaah agar tak terjadi penumpukan di area Tawaf di sekitar Kakbah serta menjaga jarak antarjemaah yakni setidaknya 1,5 meter.
Untuk tahun ini, jemaah tak diperbolehkan menyentuh Hajar Aswad, bahkan Kakbah. Petugas memasang pagar sehingga jemaah tak bisa mendekati Kakbah.
Arab Saudi membatasi jumlah jemaah yakni tak sampai 10.000 orang untuk memastikan penerapan protokol kesehatan, termasuk menjaga jarak satu sama lain. Padahal dalam kondisi normal, pelaksanaan haji diikuti lebih dari 2,5 juta orang.
Warga asing yang dibolehkan berhaji hanya mereka yang sudah berada di Saudi sebelum pemberlakuan penguncian wilayah atau pembatasan kegiatan.
Keputusan Saudi menggelar haji secara terbatas mendapat tanggapan beragam. Beberapa kalangan seperti Liga Muslim Dunia dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendukung keputusan Saudi.
Akan tetapi sejumlah pihak, salah satunya Iran, menyatakan kecewa karena merasa tidak diajak berunding terkait permasalahan itu. Selain itu, banyak pihak masih meragukan kemampuan Saudi dalam mengendalikan penyebaran wabah Covid-19.
Sampai saat ini kasus infeksi Covid-19 di Saudi tercatat mencapai 253.349 orang, tertinggi di antara negara-negara kawasan Teluk. Sementara pasien yang meninggal mencapai 2.523 orang. (der/fin)