Saya termasuk orang yang cuek dalam hal politik. Belakangan juga termasuk orang yang sangat ketat dalam memfilter segala berita/kabar yang beredar. Apalagi kalau itu sumbernya sosmed atau berita online. Sebagai orang yang belasan tahun berkecimpung di dunia media, tentu wajar saya memfilter segala informasi sebaik-baiknya.
Masalahnya, ada begitu banyak orang yang belum tentu melakukan proses filtering seperti saya. Dengan mudah menelan segala informasi, benar maupun salah. Dengan mudah mengambil kesimpulan hanya dengan membaca judul, tanpa membaca artikel secara utuh dengan konteks sesungguhnya.
Lebih mengkhawatirkan lagi, ada begitu banyak pihak yang suka memanfaatkan momen, memelintir kabar, dengan niat mengadu domba atau memfitnah.
Gampang, tinggal buka saja sosmed, isinya banyak seperti itu. Saya sudah tidak pernah memusingkan. Karena saya selalu berasumsi yang di sosmed itu, kalau bukan dari sumber aslinya, adalah “guilty until proven innocent” alias “selalu salah kecuali terbukti benar.”
Apakah benar Partai Nasdem mengajukan nama saya? Tentu benar. Wong ada suratnya, dan beritanya beredar di segala media resmi. Adalah hak mereka untuk mengajukan seseorang yang mereka anggap layak. Mereka pasti punya prosedur dan sistemnya.
Apakah benar saya akan ikut tampil dan maju sebagai wakil wali kota dalam pemilihan nanti? Menurut Anda bagaimana?
Begitu berita tersebut beredar luas, ada begitu banyak WA yang masuk. Ada begitu banyak media ingin mengajukan wawancara. Ada begitu banyak teman, sahabat, dan orang yang saya kenal biasa mengirimkan pesan.
Kalau melihat WA-WA itu, sepertinya banyak yang senang. Khususnya teman-teman pengusaha. Lagi-lagi, saya harus bersyukur. Ini tandanya mereka perhatian dengan segala hal yang saya lakukan selama ini. Dan mereka menganggapnya positif.