Gerakan Poe Ibu Bersifat Sukarela, KDM: Bukan Kewajiban, Hanya Ajakan
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi saat menyapa masyarakat. -Biro Adpim Jabar-
BANDUNG, RADARCIREBON.COM - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) merupakan Gerakan partisipatif berbasis gotong royong yang berlandaskan nilai kearifan lokal silih asah, silih asih, silih asuh.
Dedi Mulyadi menekankan, tidak ada kebijakan gubernur untuk mengumpulkan uang sebesar Rp1.000 dari masyarakat, termasuk dari pelajar, pekerja, maupun Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Tidak ada kebijakan seperti itu. Yang ada hanyalah ajakan dari gubernur kepada seluruh jajaran pemerintah, mulai dari RT, RW, kepala desa, lurah, camat, bupati, hingga wali kota untuk bersama-sama membangun solidaritas sosial," ujarnya dikutip dari akun media sosialnya, @dedimulyadi71.
BACA JUGA:KDM Beri Arahan Kepegawaian Realisasikan Target Tahun 2025
BACA JUGA:KDM: Indonesia Bisa Bertahan karena Budaya
Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini menjelaskan, masih banyak warga yang menghadapi kesulitan biaya transportasi atau akomodasi saat berobat ke rumah sakit, meskipun layanan kesehatannya gratis.
"Ada yang tidak punya ongkos ke rumah sakit, tidak punya biaya untuk menunggu keluarga yang dirawat, bahkan kesulitan bolak-balik kemoterapi dari Cirebon ke Jakarta," tuturnya.
Menurutnya, masalah-masalah sosial seperti itu dapat diselesaikan di tingkat lingkungan.
Ia mengusulkan agar di setiap RT dibentuk bendahara atau pengelola dana yang dipercaya warga untuk menampung sumbangan sukarela sebesar Rp1.000 per hari di kotak yang disediakan di depan rumah masing-masing, mirip dengan tradisi beas jimpitan.
"Nanti kalau ada orang sakit, kemudian tidak punya uang untuk pergi ke rumah sakitnya, maka orang yang mengelola uang itu bisa memberikannya dan setiap bulan harus dilaporkan pada seluruh penyumbang. Di setiap RT sudah ada grup WA sekarang di RW ada grup WA sangat mudah," jelasnya.
KDM juga mengimbau para bupati dan walikota agar mengoordinasikan ASN di wilayahnya untuk aktif melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan.
BACA JUGA:KDM Serahkan Sertifikat kepada 4.500 Lulusan SMA/SMK yang Siap Kerja di BYD
BACA JUGA:Program MBG Fokus Peningkatan Kualitas, KDM Dorong Dapurnya Ada di Sekolah
"Jika nanti setiap hari di rumah dinasnya ada yang mengadu maka bisa melayani. Dan ketika anak tidak punya sepatu ke sekolahnya maka bisa dibantu," kata KDM.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase


