Inilah Aspirasi Nelayan Citemu Cirebon kepada Wapres Gibran Rakabuming Raka
Wapres Gibran Rakabuming Raka didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dan Wakil Bupati Cirebon H Agus Kurniawan Budiman berdialog dengan sejumlah nelayan asal Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Kamis 23 Oktober 2025.-DEDI HARYADI-RADARCIREBON.COM
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Dihadapan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, sejumlah nelayan asal Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon menyampaikan aspirasinya.
Wapres Gibran Rakabuming Raka disela-sela kunjungannya ke Cirebon, menyempatkan diri untuk menyapa sejumlah nelayan yang berada di pinggiran jalur utama Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat, Kamis 23 Oktober 2025.
Di atas perahu sederhana, berlangsung dialog hangat antara Wapres Gibran Rakabuming Raka dan nelayan, didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dan Wakil Bupati Cirebon H Agus Kurniawan Budiman.
BACA JUGA:Mulai 2026, Insentif Tenaga Pendidik Non-ASN Naik Menjadi Rp400 Ribu Perbulan
BACA JUGA:Hasan Basori: Surat Usulan Pemekaran Cirebon Timur Sudah Masuk Kemendagri
BACA JUGA:Wapres Gibran Diskusi Langsung dengan Nelayan Saat Mampir di Desa Citemu Cirebon
Mereka menyampaikan langsung berbagai persoalan yang selama ini dihadapi, mulai dari pendangkalan sungai, rusaknya dermaga, hingga jeratan utang pada tengkulak.
Perwakilan nelayan, Abdul Halim, menyampaikan bahwa Sungai Selopengantin, jalur utama keluar-masuk perahu nelayan, kerap mengalami pendangkalan hanya dalam beberapa bulan setelah dikeruk.
“Setiap kali dikeruk, tidak lama sudah dangkal lagi. Kami berharap pemerintah bisa membangun breakwater supaya lumpur tidak terus masuk,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi dermaga yang sudah tidak layak. Para nelayan berharap dilakukan betonisasi agar tempat bersandar perahu lebih aman dan kuat.
Masalah lain yang diungkap adalah soal utang nelayan kepada bakul atau tengkulak. Abdul menilai banyak nelayan terjebak bunga pinjaman tinggi.
Ia mengusulkan agar pemerintah memfasilitasi akses pinjaman ke lembaga resmi seperti koperasi atau bank dengan sistem pembayaran menyesuaikan penghasilan nelayan.
“Kalau nelayan sedang tidak melaut karena cuaca buruk, cicilannya bisa ditunda. Kalau panen ikan bagus, baru bayar seperti sistem di pertanian,” katanya.
BACA JUGA:Efisiensi Bisnis Naik 30 Persen, Pelaku Usaha Ungkap Peran Galaxy AI dan Gemini di Galaxy Z Series
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase


