8 Tahun Belum Diperbaiki, Warga Kuningan Gotong Royong Tambal Jalan Rusak
Warga menambal sejumlah lubang di badan jalan yang menghubungkan Cidahu-Cihideunghilir-Luragung, memakai material seadanya agar tidak terjadi kecelakaan, Kamis pagi (4/92025).-Agus Sugiarto-Radar Kuningan
KUNINGAN, RADARCIREBON.COM - Selama 8 tahun belum tersentuh perbaikan, warga Kuningan gotong royong menambal jalan rusak dengan material seadanya.
Kondisi tersebut terjadi di ruas jalan Cidahu-Luragung tepatnya di daerah Getrak, Desa Cihideunghilir, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan.
Saking parahnya, warga harus kerja bakti menambal badan jalan yang bolong agar tidak menimbulkan kecelakaan bagi pengemudi kendaraan.
Jalan yang menghubungkan Cidahu-Cihideunghilir-Luragung, ditambal oleh warga sekitar, Kamis pagi 4 September 2025 kemarin.
Warga menambal sejumlah lubang di badan jalan memakai material seadanya agar tidak terjadi kecelakaan.
BACA JUGA:Waduh! Pohon Beringin Ditengah Makam Terbakar Selama Dua Hari, Begini Kata Saksi Mata
H Endi, Tokoh masyarakat Getrak, Desa Cihideunghilir mengatakan, kondisi jalan di wilayahnya sudah mengalami kerusakan sejak 8 tahun lalu.
Pemerintah sebenarnya melakukan perbaikan namun skalanya ringan, sehingga kembali mengalami kerusakan. Bahkan sekarang kerusakannya lebih parah.
"Kerusakannya sih sudah cukup lama. Berganti bupati tapi ya kondisi jalannya tetap tidak banyak berubah," ucap H Endi yang dibenarkan oleh Dudung warga lainnya.
Untuk sementara, sambung H Endi, warga berinisiatif melakukan perbaikan alakadarnya agar pengemudi bisa terhindar dari kecelakaan akibat jalan rusak.
"Warga di sini bergotong royong menambal lubang di sepanjang jalan Getrak menggunakan material tanah dan pasir. Ya hanya sementara, karena tidak bisa tahan lama,” tutur H Endi.
BACA JUGA:Benarkan dari Daerah Ini Macan Tutul Kuningan Muncul Kemudian Meneror Warga Cimenga
Dudung bersama warga lainnya nampak semangat bolak-balik mengambil material dan menumpahkannya ke lubang.
Hasilnya, jalan kembali rata namun berpotensi rusak kembali karena volume kendaraan yang melintas cukup tinggi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


