Arnold Putra Berikan Batik Trusmi ke Taliban, Begini Kisahnya

Arnold Putra Berikan Batik Trusmi ke Taliban, Begini Kisahnya

Desainer Arnold Putra memberikan Batik Trusmi kepada polisi Taliban di Afghanistan.-Arnold Putra/Ig-radarcirebon.com

Radarcirebon.com, CIREBON - Desainer yang sempat mengundang kontroversi lewat tas tulang punggung manusia, Arnold Putra membagikan kisah memberikan Batik Trusmi ke polisi Taliban, di Afghanistan.

Arnold Putra yang leluhurnya berasal dari Cirebon, membagikan foto saat dia bersama polisi Taliban memakai batik yang disebutnya berasal dari Trusmi.

Sampai saat ini, Arnold Putra masih berada di Afghanistan dan berinteraksi dengan Taliban dan kesehariannya di negara tersebut juga kerap mengenakan Batik Trusmi.

Dikisahkan Arnold baru-baru ini, bahwa dirinya sempat jalan-jalan ke kantor polisi. Kemudian berinteraksi dengan beberapa personel kepolisian yang menenteng senjata laras panjang.

BACA JUGA:Ridwan Kamil Paparkan Potensi Investasi di Kawasan Rebana

BACA JUGA:Siswi MA Al-Hikmah Juara 1 Lomba Vlog di Ajang Edufest 2022 Tingkat Nasional

"Saya bertanya apakah mereka ingin jam tangan hari ini, mereka meminta untuk melihatnya dan setuju," kata Arnold, dalam keterangan tertulis yang dimuat di Instagram miliknya, seperti dilihat radarcirebon.com, Minggu, 13, November 2022.

Dia mengaku, diundang untuk menghabiskan hari di kantor polisi. Para personel polisi Taliban juga menawarkan barang selundupan yang disita dari seorang tahanan.

Para polisi tersebut merokok apa pun yang mereka sita. Nah, di saat perjumpaah itu, Arnold berinisiatif hendak memberikan batik kemeja lengan panjang.

"Karena hari batik sudah di depan mata, saya menawarkan Batik Trusmi yang terlalu cingkrang untuk saya. Tetapi tidak diterima dengan baik," tuturnya.

BACA JUGA:Luar Biasa! Toprak Razgatlioglu Menjadi Tercepat di WSBK Mandalika 2022

BACA JUGA:Dongkrak Kunjungan Wisman, BRI Berikan Fasilitas Pembayaran Online dalam e-Visa

Salah satu polisi tersebut sempat bertannya apakah Arnold tidak meginginkan kemeja batik tersebut lagi.

"Berapa nilainya? Salah satu petugas dari kelompok bertanya," tulis Arnold dalam keterangannya tersebut. Sembari memamerkan foto bersama polisi Taliban menggunakan batik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: