Kisah Kiai Abbas dari Buntet Cirebon, 'Singa' Jabar di Perang 10 November, Doanya Bisa Menjatuhkan Pesawat

Kisah Kiai Abbas dari Buntet Cirebon, 'Singa' Jabar di Perang 10 November, Doanya Bisa Menjatuhkan Pesawat

Kiai Abbas dari Pesantren Buntet Cirebon dan peran besarnya dalam perang 10 November di Surabaya.-Dokumentasi NU Online-radarcirebon.com

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Kiai dan ulama dari CIREBON mempunyai andil besar dalam peperangan melawan penjajah hingga mempertahankan kemerdekaan.

Salah satunya Kiai Abbas dari Pesantren Buntet yang berjuluk 'Singa' Jawa Barat. Kehadirannya bahkan sangat menentukan perang 10, November 1945 yang sangat heroik.

Dalam salah satu ceramahnya, Gus Baha menceritakan, perang itu seharusnya berlangsung 7, November 1945.

Bahkan Bung Tomo sudah datang ke Hadratusyaikh KH Hasyim Asyari. Namun kata Mbah Hasyim: Kia sebagian pesawat belum datang.

BACA JUGA:11.000 Mutiara, 4.000 Rubi, 400 Safir Merah, Harta Karun di Laut Cirebon Terbesar setelah Kapal Spanyol Atocha

"Alhasil nunggu Kiai Abbas dari Buntet. Doanya spesial untuk menjatuhkan pesawat," kata Gus Baha dalam ceramah tersebut.

Akhirnya, yang ditunggu datang dan tanggal 10 perang dimulai. Kejadian itu, menjadi perang bersejarah karena Jenderal Mallaby sampai tewas.

"Anda jangan berpikir negara didirikan hanya oleh umaro. Karena sebelum ada negara, yang sudah ada itu walisongo sampai para kiai era kemerdekaan yang membentuk satu komunitas," kata Gus Baha.

Bahkan, sudah ada struktur ketua pondok, bendahara, ada macam-macam. Sehingga kiai yang bisa menggerakan publik untuk melawan Belanda.

BACA JUGA:Serahkan SK Remisi 17.016 Binaan Lapas di Jabar, Wagub Uu: Bagi yang Bebas, Jangan Minder

"Karena kiai juga memegang otoritas publik, ketika Mbah Hasyim Ashari memfatwakan jihad itu fardu ain, maka semua orang berpikir harus jihad melawan kehadiran Belanda atau penjajah manapun," bebernya.

Dilansir dari Laduni, kehadiran Kiai Abbas sendiri merupakan permintaan dari Kiai Hasyim. Sebab, sudah lama dikenal dengan kedigdayaannya.

Tidak hanya dalam pertempuran, kehadiran Kiai Abbas juga sangat berperan dalam rumusan Resolusi Jihad, sebagai komandan ntertinggi Laskar Hizbullah.

Peran Kiai Abbas diantaranya membentuk dan mengirimkan pasukan dari Cirebon ke Surabaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: