Digelar 22 Oktober, Santri Terpanggil Maju di Pilwu Serentak

Digelar 22 Oktober, Santri Terpanggil Maju di Pilwu Serentak

TERPANGGIL. Alumni pesantren Zaenal Muttaqin terpanggil maju di pilwu serentak yang akan dihelat 22 Oktober mendatang.-Samsul Huda-radarcirebon.com

GREGED, RADARCIREBON.COM -  Calon peserta pilwu serentak diisi dari berbagai kalangan, tak terkecuali alumni pondok pesantren. Zaenal muttaqin misalnya, maju sebagai calon Kuwu Desa Lebak Mekar Kecamatan Greged.

Calon nomor urut dua itu rupanya terpanggil maju di kontestasi pesta demokrasi tingkat desa. Terlebih, pilwu serentak yang akan digelar oleh pemerintah kabupaten Cirebon bertepatan dengan hari santri nasional. Yakni, 22 Oktober.

Alumni pesantren Assanusi Babakan Ciwaringin asuhan Almarhum Kyai Ali Munir bin Kyai Makmun Assanusi mengaku ingin ikut andil berkontribusi membagun desa.

“Bagi kami para Santri, ini menjadi sebuah panggilan untuk mengabdi pada masyarakat, karena dalam sejarah bangsa kita merdeka tidak lepas dari peran Santri sebagai Laskar Hizbullah yang merupakan pejuang kemerdekaan,” kata Zaenal, kepada Radar, Kamis (21/9).

BACA JUGA:Dukung Upaya Pemerintah Bebas Emisi Karbon,BRI Kembali Tanam Bibit Mangrove di Pulau Tidung,Total 10.500 Bibit

BACA JUGA:Bojan Bakal Rombak Tiga Posisi, Putaran Kedua Persib Incar Pemain Baru

Artinya, santri yang menimbah ilmu di pesantren juga memiliki hak yang sama dan mampu untuk menjadi pemimpin visioner untuk kemajuan di tanah kelahirannya dan mensejahterakan masyarakat desa.

"Jika diberikan kepercayaan dari masyarakat, dan terpilih menjadi pemimpin akan memberikan yang terbaik untuk membawa kemajuan Desa Lebak Mekar dan mensejahterakan masyarakatnya, " katanya.

Alumni PMII itu mengaku, sudah 4 tahun bekerja sebagai pembantu staf ahli di Kementerian Desa, sehingga secara administrasi pemerintahan memiliki pengalaman dan ini menjadi salah satu modal untuk mengabdikan diri di pemerintah desa.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan persaudaraan walaupun dalam pesta demokrasi berbeda pilihan, itu merupakan keniscayaan. Zaenal juga berharap masyarakat dapat memilih SDM terbaik untuk menjadi pemimpin di desa 6 tahun kedepan.

BACA JUGA:Pindah ke Bandara Kertajati, Penerbangan Pesawat Jet di Bandara Husein Sastranegara Berakhir 28 Oktober

BACA JUGA:Sosok Satrio Nurhakim Setiawan yang Bangga Punya Kopi Hideung Khas Karawang
“Potensi desa sangat besar, support anggaran juga sangat besar sehingga sudah saatnya orang yang menjadi pemimpin merupakan SDM terbaik,” pungkasnya. (sam)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: