Manfaat dan Panduan Lari Sprint untuk Kesehatan

Manfaat dan Panduan Lari Sprint untuk Kesehatan

Manfaat Lari Sprint-Foto : katadata.co.id-radarcirebon.com

Pemanasan

Sebelum memulai lari sprint, lakukan pemanasan dengan olahraga ringan selama 5–10 menit. Pemanasan ini dapat berupa gerakan jumping jacks, butt kicks, high kicks, knee hughs, lateral lunges, atau arm circles.

Lari sprint

Pertama, lakukan lari sprint dengan kekuatan sebesar 60% terlebih dahulu. Jika Anda merasa kaku atau nyeri pada otot atau sendi, kurangi intensitasnya dan lakukan pemanasan kembali.

Kurangi kecepatan secara bertahap selama dua menit sambil terus bergerak. Anda bisa melakukan jogging atau berjalan kaki, tergantung pada kondisi kebugaran tubuh Anda saat itu.

Kedua, tingkatkan kekuatan lari sprint menjadi 80%. Setelah itu, kurangi intensitas dan beristirahatlah sembari tetap bergerak perlahan selama dua menit.

Ketiga, lanjutkan kembali lari sprint dengan kekuatan 100% selama 30 detik saja. Kemudian kurangi intensitas dan istirahat kembali sembari tetap bergerak selama 2–4 menit.

Ulangi seluruh rangkaian lari sprint sebanyak 4–8 kali, tergantung pada kondisi fisik dan daya tahan tubuh.

Pendinginan

Pastikan Anda melakukan pendinginan dengan gerakan peregangan setelah lari sprint. Pendinginan ini dapat membuat sirkulasi darah tetap lancar, serta suhu tubuh, tekanan darah, dan detak jantung kembali ke kondisi normal.

Selain itu, meregangkan tubuh seusai lari sprint juga dapat mengurangi penumpukan asam laktat yang dapat menyebabkan kram dan kekakuan otot.

Bagi pemula, Anda bisa melakukan lari sprint secara perlahan sesuai dengan kemampuan tubuh. Lakukan olahraga ini sebanyak enam kali dalam dua minggu untuk mendapatkan manfaat maksimal dari lari sprint.

Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum mulai melakukan lari sprint.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: