Nama Bedug Dalam Tradisi Drugdag Keraton Kasepuhan Cirebon, Sudah Tahu?

Nama Bedug Dalam Tradisi Drugdag Keraton Kasepuhan Cirebon, Sudah Tahu?

Patih Sepuh Keraton Kasepuhan, Pangeran Raja Goemelar Soeriadiningrat melakukan Tradisi Drugdag sebagai tanda masuk bulan Ramadhan.-Dedi Haryadi-radarcirebon.com

BACA JUGA:Pemotongan Bantuan di Desa Ciawigajah Sudah Melalui Kesepakatan, Begini Kronologinya

"Karena telah masuknya Bulan suci Ramadan yang dinanti, keluarga Keraton Kasepuhan Cirebon menggelar tradisi tradisi drugdag," sambungnya.

Meski sudah banyak alat pengganti bedug, tradisi warisan Walisongo ini masih tetap dilestarikan di lingkungan Keraton Kasepuhan.

Selain drugdag, setiap di hari ke-20 Ramadan atau biasa disebut malam likuran, Keraton Kasepuhan adakan acara Maleman. 

Keluarga keraton dan abdi dalem bersama masyarakat menyalakan penerangan berupa lilin di malam ganjil di 10 terakhir Ramadan menyambut datangnya malam Lailatul Qadar.

BACA JUGA:Gampang Banget, Cara Mendapatkan Semua Kebaikan Puasa Ramadan Menurut dr Zaidul Akbar

"Alhamdulillah kita masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT melaksanakan tradisi drugdag ini. Dan tradisi menabuh beduk ini sebagai salah satu tanda bahwa bulan suci Ramadan telah tiba," ucapnya.

Tradisi tersebut tambah Pangeran Raja Goemelar Soeriadiningrat, sudah bertahan sejak ratusan tahun silam.

"Bedugnya juga umurnya ratusan tahun," katanya. *

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: