Kuliner Cirebon Ini Sebelumnya Hanya Ada di Keraton, Sekarang Bisa Dinikmati di Marina Resto

Kuliner Cirebon Ini Sebelumnya Hanya Ada di Keraton, Sekarang Bisa Dinikmati di Marina Resto

Pentul mahesa salah satu menu peranakan cina dan Cirebon yang akan hadir di Marina Resto mulai tanggal 9 April 2025.-Apridista Siti Ramdhani-Radarcirebon.com

Menurut Ratu Arimbi, dahulu banyak sekali makanan khas yang muncul dari akulturasi masakan khas Cirebon dan Chinese food. 

Masing-masing makanan tersebut selain lezat juga memiliki nama dan filosofi yang dalam. Misalnya pentul mahesa. 

BACA JUGA:Luput dari Pantauan, Timnas Indonesia U17 Menang Atas China

BACA JUGA:Patrick Kluivert Lupa, Australia Rajanya Counter Attact Asia

Menu ini mirip sate lilit yang menggunakan daging kerbau. Uniknya tusuk sate yang digunakan berasal dari ranting bambu kuning. 

Menu ini memiliki filosofi untuk menjaga keselamatan dari hal-hal buruk. Pemilihan daging kerbau di zaman itu juga memiliki alasan tersendiri. 

Pasalnya saat itu, sapi masih menjadi salah satu hewan yang dihormati oleh salah satu agama, sehingga sebagai bentuk toleransi beragama, daging kerbau menjadi pilihannya. 

Pada masa itu, ternak kerbau juga jauh lebih populer dibandingkan ternak sapi seperti saat ini. 

"Menu pentul mahesa biasanya kita nikmati di lingkungan keraton saat ada momen hajatan, atau mengenang leluhur yang telah tiada," ungkapnya.

Tak kalah menariknya, ia juga menceritakan filosofi menu Pitik Ndekem, salah satu menu lain yang akan dihadirkan dalam menu kolaborasi ini. 

Tak sembarang ayam goreng, melalui namanya pitik ndekem memiliki filosofi yang dalam. Ayam yang diambil merupakan ayam yang masih berusia remaja, dalam proses memasaknya ayam dibuat ndekem (seperti bersila dan bersujud). 

"Simbol bagaimana kita berserah pada tuhan," ujarnya.

Perpaduan rempah dan bahan-bahan fresh yang digunakan akan memberikan cita rasa yang kuat dalam hidangan yang disajikan ini. 

Selain itu, Bebek Sambal Ijo Istana, menjadi salah satu menu yang hadir dengan cita rasa sambal ijo yang berbeda dari tempat lain. 

Untuk menciptakan menu ini para leluhur sangat bijak, baik dari filosofi nama, bahan yang digunakan, hingga cara memasak. Mereka berusaha memanfaatkan aneka hasil bumi yang diolah sedemikian rupa dengan mengedepankan makanan sehat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: