Amerika Serikat Tak Minta Dukungan Asia soal Laut China Selatan

Amerika Serikat Tak Minta Dukungan Asia soal Laut China Selatan

BANGKOK - Amerika Serikat (AS) tidak meminta, negara-negara Asia untuk memihak dalam perselisihan mereka dengan China di Laut China Selatan (LCS). Kendati hingga saat ini, Beijing secara agresif memperluas klaim mereka diperairan strategis tersebut. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo, memuji kerangka kerja keterlibatan Indo-Pasifik yang diadopsi Asosiasi Negara Asia Tenggara (ASEAN) pada bulan Juni lalu. Kerangka kerja tersebut mendukung kedaulatan, transparansi, pemerintahan yang baik dan peraturan berdasarkan ketertiban lainnya. Menurutnya, perselisihan antara AS-China di Laut China Selatan membawa ASEAN ke posisi yang sulit. Kerangka baru tersebut bertujuan, agar blok 10 negara anggota itu tetap berada di jalan tengah antara Washington dan Beijing. \"Begini, kami tidak pernah meminta negara Indo-Pasifik mana pun untuk memilih antara dua negara, keterlibatan kami di wilayah ini tidak pernah dan tidak akan pernah zero sum (satu aspek mematikan aspek yang lain), kepentingan kami secara alami bersatu dengan kepentingan Anda untuk saling menguntungkan,\" kata Pompeo di Bangkok, Thailand, Kamis (1/8). Pompeo menambahkan, hubungan AS dengan ASEAN diarahkan oleh komitmen bersama atas supremasi hukum, hak asasi manusia dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Beijing melebarkan pengaruhnya di kancah internasional melalui inisiatif Belt and Road. Program pembangunan ambisius dalam proyek-proyek infrastruktur besar. Sementara Washington mempromosikan strategi visi mereka sendiri yakni Indo-Pasifik yang Terbuka dan Bebas, sesuatu yang Beijing lawan. Meski nada Pompeo di Bangkok cukup positif, tapi dia dan pejabat-pejabat pemerintahan Presiden AS Donald Trump sudah lama memperingatkan bahaya investasi Rusia dan China. Selama berbulan-bulan pejabat-pejabat AS memperingatkan, resiko investasi dua negara itu dibidang teknologi dan infrastruktur. \"Kami sudah memberitahu Polandia, Hungaria dan Inggris serta beberapa negara lainnya tentang bahayanya teknologi perusahaan Huawei. AS mengancam akan membatasi kerja sama intelijen dengan negara-negara jika mereka menggunakan Huawei dalam proyek 5G,\" terangnya. Di Amerika Latin, Pompeo dan pejabat AS lainnya juga mengatakan, investasi China sangat berisiko. Pompeo memperingatkan, ada harga yang harus dibayar dari bantuan dan investasi China. Menurutnya, China hanya ingin memperkaya diri mereka sendiri dengan praktik semacam itu. Klaim-klaim wilayah yang dilakukan China di Laut Cina Selatan memicu teguran AS. Sengketa perairan itu menjadi titik panas di kawasan Asia Tenggara. Wilayah yang juga diperebutkan Malayasia, Filipina, Malaysia, dan Brunei. (der/rts/fin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: