Daya Motor

7 Cara Buka Puasa yang Benar Agar Asam Lambung Tak Naik dan Berat Badan Tetap Stabil

7 Cara Buka Puasa yang Benar Agar Asam Lambung Tak Naik dan Berat Badan Tetap Stabil

Urutan dan cara buka puasa yang benar agar tetap sehat.-Freepik-

Setelah takjil, beri jeda sejenak sebelum menyantap makanan utama. Menu berbuka idealnya mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.

Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, atau kentang membantu menjaga energi lebih stabil. Sumber protein bisa berasal dari ayam tanpa kulit, ikan, telur, tahu, atau tempe. Pilih metode memasak seperti kukus, rebus, atau panggang agar lebih sehat.

Tambahkan sayuran sebagai sumber serat untuk membantu pencernaan. Kombinasi gizi seimbang ini membuat tubuh tidak mudah lemas dan mencegah lonjakan gula darah yang drastis.

6. Jangan Makan dalam Porsi Besar Sekaligus

Godaan meja penuh hidangan sering membuat seseorang lupa diri. Semua terlihat menggoda dan ingin dicoba. Namun, makan dalam porsi besar sekaligus justru dapat membebani sistem pencernaan.

Saat berbuka, sebaiknya makan secara bertahap. Mulailah dengan porsi kecil, lalu tambahkan bila masih lapar. Berhenti sebelum terlalu kenyang adalah kunci agar perut tetap nyaman.

Makan berlebihan tidak hanya memicu kenaikan berat badan, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan lambung.

7. Makan Perlahan untuk Cegah Asam Lambung Naik

Selain porsi, kecepatan makan juga penting diperhatikan. Mengunyah terlalu cepat dapat membuat udara ikut tertelan dan memicu kembung. Bahkan, kebiasaan ini berisiko menyebabkan gangguan asam lambung atau GERD.

Makanlah secara perlahan dan nikmati setiap suapan. Cara ini membantu tubuh mengenali rasa kenyang dengan lebih baik dan mendukung konsep mindful eating selama Ramadan.

8. Penuhi Kebutuhan Cairan 8 Gelas Sehari

Meski sedang berpuasa, kebutuhan cairan harian tetap harus terpenuhi, yakni sekitar delapan gelas per hari. Pola yang bisa diterapkan adalah membagi waktu minum antara berbuka hingga sahur.

Contohnya: satu gelas sebelum sahur, satu setelah sahur, satu saat berbuka, satu setelah salat Magrib, satu setelah makan malam, satu setelah Isya, satu setelah Tarawih, dan satu sebelum tidur.

Dengan pola ini, risiko dehidrasi dapat diminimalkan dan tubuh tetap segar saat beraktivitas.

9. Sesuaikan dengan Kondisi Kesehatan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: