Ok
Daya Motor

Andi-Irmawati Temui Hotman Paris di Jakarta, Kasus Bayi Meninggal di RSUD Linggarjati Kuningan Terus Bergulir

Andi-Irmawati Temui Hotman Paris di Jakarta, Kasus Bayi Meninggal di RSUD Linggarjati Kuningan Terus Bergulir

Andi dan Irmawati menemui Hotman Paris di Jakarta. Mereka meminta dukungan Tim Hotman 911 atas bayi yang meninggal di RSUD Linggarjati Kuningan.--radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM - Kasus bayi meninggal di RSUD Linggajati Kuningan beberapa waktu lalu, sepertinya bakal terus bergulir.

Orang tua bayi pasangan Andi dan Irmawati, datang ke Jakarta untuk menemui pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, Sabtu 12 Juli 2025.

Pasangan suami istri asal Desa Gandasoli, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, ini, meminta bantuan Hotman Paris dalam kasus yang menimpa mereka.

Ditemani Direktur Kresna Law, Raden Reza Pramadia yang merupakan tim Hotman 911, Andi dan Irmawati diterima oleh Hotman Paris untuk melakukan konferensi pers di sebuah cafe ternama di Jakarta.

BACA JUGA:Peran Pajak dalam Menjaga Ketahanan Pangan di Indonesia

Sambil menggunakan kursi roda, Irmawati ibu dari bayi yang meninggal itu, memberikan keterangan kepada awak media.

Bersama suaminya, Irmawati sengaja datang ke Jakarta untuk bertemu Hotman Paris. 

Dirinya meminta bantuan agar keadilan untuk bayinya yang meninggal dunia diduga karena kelalaian dari pihak rumah sakit, bisa diteggakan.

"Saya datang jauh-jauh dari Kuningan untuk bertemu Pak Hotman, supaya mendapatkan keadilan atas meninggalnya bayi saya yang dilalaikan di Rumah Sakit Kuningan," ucap Irmawati sambil menahan tangis, Sabtu 12 Juli 2025.

BACA JUGA:Pulau Biawak, Hidden Game Destinasi Wisata Bahari di Indramayu

Dijelaskan Irmawati, saat dirinya datang ke rumah sakit, pihak medis tidak langsung melakukan tindakan atas kandungan yang sudah mengalami pecah air ketuban.

Dari pengakuan Irmawati, pihak rumah sakit baru melakukan tindakan setelah dua hari menunggu dengan kondisi air ketuban terus keluar.

"Dengan kondisi pecah ketuban tidak langsung ditangani, harus nunggu dulu dua hari baru dilakukan tindakan operasi cesar," ungkapnya.

Namun tindakan yang dilakukan pihak rumah sakit sudah terlambat, bayi dalam kandungan Irmawati diketahui sudah meninggal dalam kandungan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait