Ok
Daya Motor

Tenaga Medis Tour de Linggarjati Alami Serangan Jantung, Penanganan Berlangsung Dramatis

Tenaga Medis Tour de Linggarjati Alami Serangan Jantung, Penanganan Berlangsung Dramatis

Sejumlah petugas medis dibantu Polwan mengevakuasi rekannya yang mengalami serangan jantung saat bertugas di posko media Tour de Linggarjati 2025, Kabupaten Kuningan, Sabtu 13 September 2025.-Andre Mahardika -RADARCIREBON.COM

KUNINGAN, RADARCIREBON.COM - Banyaknya pembalap sepeda di event Tour de Linggarjati 2025 terlibat kecelakaan, membuat tim medis yang terdiri dari RS Sentra Medika Cirebon, RSUD Linggajati Kuningan, RSUD 45 Kuningan dan seluruh Puskesmas di Kuningan, dibuat ekstra sibuk menangani peserta. 

Tercatat, hingga pukul 12.00 WIB, 12 pembalap terlibat kecelakaan di berbagai titik rute yang dilintasinya.

Puncaknya, suasana posko medis Tour de Linggarjati mendadak jadi sorotan, ketika salah seorang tenaga medis tiba-tiba tak sadarkan diri, yang belakangan diketahui mengalami serangan jantung.

Seorang dokter bertugas dari RS Sentra Medika, dr M B Yusuf Habibie, mengungkapkan, awal mula diketahui, kondisi tenaga medis tersebut tidak memberikan respon. 

BACA JUGA:Peserta Tour de Linggarjati 2025 Dilepas, Rute Lewati 18 Kecamatan

BACA JUGA:Saling Salip dan Rute yang Menantang, Belasan Pembalap Sepeda di Tour de Linggarjati Berjatuhan

BACA JUGA:Pemkab Kuningan Perbaiki Jalur Tour de Linggarjati 2025

"Tadi ada yang tidak sadarkan diri, kejang, kami cek awal, tidak ada respon dari denyut nadinya, kesadaran juga tidak ada respon, tidak ada nafas juga," ungkap seorang dokter bertugas dari RS Sentra Medika, dr M B Yusuf Habibie, kepada radarcirebon.com Sabtu 13 September 2025.

Proses penangan berlangsung dramatis, pasalnya, tenaga medis tersebut tampak kritis. Petugas medis bekerjasama dan terus mencoba penanganan awal.

Jam terbang dan pengalamannya dalam menangani pasien kritis, membuat para tenaga medis berani untuk memberikan penanganan pertama berupa tekhnik memberikan bantuan hidup dasar.

"Kami mencoba memberikan bantuan hidup dasar, kemudian, diperjalanan juga menjalankan bantuan hidup dasar, RJP, penanganan jalur nafas," ucapnya.

Dirasa kondisinya semakin kritis, pasien langsung dibawa ke Rumah Sakit Hasna Medika untuk perawatan intensif.

BACA JUGA:Animo Tak Berkurang, Ratusan Pembalap Sepeda Turun di Tour de Linggarjati 2024

Dikatakannya, selama perjalanan, penanganan serupa tetap berlanjut dari mulai posko kesehatan, hingga perjalanan menuju rumah sakit.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase