Resmikan Sekretariat, DPD APPSI Kota Cirebon Gelar Silaturahmi Bersama Forkopimda
DPD Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Cirebon menggelar silaturahmi sekaligus buka puasa bersama dan memberikan santunan anak yatim, Jumat (6/3/2026)-Abdullah-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM -Bulan Ramadan sebagai upaya untuk menebar kebaikan, momen inilah DPD Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Cirebon menggelar silaturahmi sekaligus buka puasa bersama dan memberikan santunan anak yatim, Jumat (6/3/2026) di sekretariat APPSI Kota Cirebon.
Sekretaris DPD APPSI Kota Cirebon, Yudi Aris menjelskan pertemuan sore ini adalah bagian dari perkuat sinergi pedagang pasar tradisional di Kota Cirebon untuk bersama-sama membangun APPSI kedepan bisa lebih maju lagi.
Pada hari ini, lanjut Yudi, APPSI Kota Cirebon menyiapkan sekretariat baru untuk berkumpulnya teman teman pedagang dalam menyampaikan aspirasinya. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat di bulan Ramadan ini, kata Yudi, membahas sejumlah agenda penting, mulai dari relokasi kantor sekretariat hingga isu ekonomi global yang berdampak pada pasar lokal.
“Alhamdulillah hadir dari OJK, Bank Mandiri, BPS, Polres Ciko, Kadisbudpar, Kepala Disnaker, Kepala Kesbangpol, Bahkan Wakil Bupati Indramayu juga berkesempatan hadir,” ujarnya.
BACA JUGA:Dapur MBG Harus Bersertifikat! BGN Gelar Bimtek Higiene Sanitasi di Cirebon
Ketua APPSI Kota Cirebon, Rommy Arief Hidajat SE , menyampaikan bahwa APPSI berencana memindahkan pusat kegiatannya APPSI ke lokasi yang baru. Rencananya gedung ini sebagai sekretariat baru APPSI Kota Cirebon yang sebelumnya ada di daerah Pegambiran, nanti rencananya di sekitar daerah sini (Katiasa),” ujar Rommy
Dalam kesempatan tersebut, Rommy menegaskan komitmen APPSI untuk menjadi jembatan antara pedagang pasar tradisional dengan Pemerintah Kota Cirebon. Ia menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan agar kesejahteraan pedagang tetap terjaga di tengah tantangan zaman.
Rommy menyampaikan, Kita akan mengingatkan dan menyesuaikan, menyelaraskan dengan Pemerintah Kota Cirebon mengenai kepentingan pedagang pasar yang harus diakomodir. Selama ini banyak aspirasi pedagang yang belum sepenuhnya tersalurkan, terutama dalam menjaga eksistensi pasar tradisional yang semakin tergerus.
Disinggung Wacana Penyaluran Minyak Goreng senilai Rp1 Triliun melalui APPSI se Indonesia, Rommy
memberikan klarifikasi terkait wacana penyaluran minyak goreng senilai Rp1 triliun melalui jaringan APPSI. Dirinya menyebutkan bahwa program tersebut masih dalam tahap pematangan.
BACA JUGA:SMA Al-Azhar 5 Cirebon Gandeng Jamiyyah Gelar 'KEBAS' Mulai Berbagi Santunan Hingga Pembagian Takjil
“Itu baru wacana, aplikasinya mungkin nanti ada secara teknis detail-detailnya. Wacana itu akan dikembangkan untuk para pedagang karena salah satu kesulitan kita saat ini adalah bahan pokok, khususnya minyak goreng,” jelasnya.
Terkait konflik geopolitik ditumur tengah yang berdampak terhadap energy Migas, Rommy mengingatkan adanya potensi efek domino terhadap harga pangan di daerah. Menurutnya, meski komoditas lokal masih stabil, barang-barang impor dan sektor energi sangat rentan terdampak.
“Kalau komoditas impor dan berhubungan dengan konflik tersebut, pasti berpengaruh,” tandasnya.
Kemudian, masalah inflasi, Konflik global berimbas pada sektor energi, transportasi, hingga ekspedisi yang ujungnya menaikkan Harga Pokok Penjualan (HPP) di tingkat pedagang pasar.
BACA JUGA:Pemdes Ambulu Hidupkan Gotong Royong Usai Dana Desa Dipangkas Rp1,2 Miliar
Sebagai solusi mencegah inflasi yang lebih dalam, Rommy menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara permintaan (demand) dan penawaran (supply). Ia berharap Bank Indonesia dan pemerintah dapat terus bersinergi menjaga stabilitas moneter dan fiskal agar daya beli masyarakat tidak merosot. (abd)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

