Sudah Diet dan Olahraga Tapi Berat Badan Tak Turun? Coba 8 Cara Ini
Intermittent Fasting, Metode Puasa yang efektif Turunin berat Badan-capture-intermountainhealthcare
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Ternyata tidak gampang menurunkan berat badan. Diet atau mengurangi makan hingga olahraga berat pun sudah dilakukan. Namun hasilnya berat badan tetap saja tidak turun-turun.
Apa yang menjadi penyebab, berat badan tidak turun-turun? Ada pengalaman yang menarik dari Lore Cardenas, seorang pemerhati masalah kesehatan dan konten kreator dari Spanyol.
Dia berhasil menurunkan berat badan 9 kg hanya dalam kurun waktu 65 hari. Ada 8 trik atau cara yang dia lakukan sehingga berat badannya bisa turun drastis.
BACA JUGA:6 Cara Efektif Mengurangi Lemak Perut Saat Puasa Tanpa Diet Ketat
“Membakar lemak adalah hal paling mudah di dunia. Hanya hal itu dibuat rumit agar mereka bisa menjual program dan diet tak berujung kepadamu,” ungkap Lore.
Dia pun memberikan 8 trik yang berbasis bukti yang telah dilakukan. Apa saja 8 trik yang dilakukan Lore?
1. Stop Lakukan Kardio Tanpa Henti
Olahraga kardiovaskular tidak membakar lemak. Olahraga itu mengajarkan tubuh untuk menyimpannya. Memang bisa membakar kalori selama latihan. Tapi seiring waktu, metabolisme tubuh beradaptasi.
Di antaranya produksi hormon tiroid yang lebih rendah. Testosteron yang lebih rendah. Dan bisa kehilangan otot.
Kalori yang dibakar saat istirahat lebih sedikit itu sama dengan penurunan lemak terhenti atau berbalik.
Apa yang harus dilakukan sebagai gantinya? Angkat beban untuk menjaga otot selama fase definisi. Konsumsi 1 gram protein per pon berat badan untuk mendorong pembakaran lemak.
Selain itu seimbangkan hormon testosteron, tiroid dan kortisol. Juga berjalan 8 hingga 12 ribu langkah per hari untuk sensitivitas insulin dan pemulihan.
BACA JUGA:Makanan Gluten Free Bukan Sekadar Diet, Ini Penjelasan Ahli Gizi dan Manfaat Sehatnya
Cardio membakar kalori dan otot memprogram ulang metabolisme. Kenali perbedaannya.
2. Prioritaskan Tidur
Siapa saja bisa mengangkat beban, berdiet, dan berlari sampai kelelahan.Tapi jika tidurnya buruk, penurunan lemak akan terhenti.
Mengapa? Karena tidur mengendalikan rasa lapar (ghrelin/leptin). Meningkatkan testosteron dan hormon pertumbuhan. Juga mengurangi kortisol yang menyimpan lemak.
Prioritaskan 7 hingga 9 jam untuk tidur. Dulu Lore sering mengalami banyak masalah untuk tidur dengan baik.
Karena itu dia mencoba beberapa suplemen yang didukung oleh penelitian ilmiah untuk memperbaikinya.
Di antaranya Glicinato de magnesio untuk menenangkan sistem saraf. L-teanina untuk mengurangi ketegangan mental. Kemudian Rhodiola rosea untuk mengatur respons terhadap stres.
3. Konsumsi Banyak Protein
Setidaknya mengonsumsi protein 1 gram per pon berat badan setiap harinya. Cara ini sangat efektif. Karena bisa mempercepat metabolisme melalui termogenesis.
Selain itu menjaga massa otot tanpa lemak selama defisit kalori. Mengurangi gremlin (hormon lapar). Juga meningkatkan rasa kenyang, sehingga makan lebih sedikit tanpa menyadarinya.
BACA JUGA:Bisa Makan Apa Saja, Ini Dia Rekomendasi Menu Diet Sehat Seminggu Full Sarapan sampai Cemilan
Yang menjadi catatan, sebagian besar orang hanya mengonsumsi setengah dari apa yang sebenarnya mereka butuhkan.
4. Kurangi Kalori Cair
Di antara cara mengurangi kalori cair, jika tidak ada jus, bisa minuman ringan atau krim untuk kopi.
Kalori cair memicu lonjakan insulin, membebani hati, dan menyulitkan pembakaran lemak, tanpa memberikan rasa kenyang sebagai imbalannya. Jika minum lebih dari 300 kalori dan tetap merasa lapar.
5. Puasa Intermiten
Cara lain untuk mengurangi berat badan adalah dengan puasa interkiten 16:8 atau 18:6. Cara ini efektif karena menghilangkan keinginan makan yang tidak disadari.
Ini bukan tentang meningkatkan autofagia, melainkan tentang mengonsumsi lebih sedikit kalori dalam periode waktu yang singkat.
Diet semacam ini diberi nama baru. Yakni "melewatkan sarapan" dan menjualnya sebagai ilmu revolusioner.
6. Mengatasi Pembengkakan Usus
Mengatasi pembengkakan usus, sembelit, dan ketidakseimbangan mikrobiota itu sama dengan penyerapan nutrisi yang buruk.
Selain itu inflamasi yang tinggi. Juga lonjakan kortisol yang menghambat penurunan lemak
Cara mengatasi pembengkakan usus, di antaranya dengan mengurangi stres dan bisa meningkatkan metabolisme.
7. Hidrasi Secara Intensif
Banyak yang menjual minuman energi dan suplemen pra-latihan. Padahal sebenarnya air saja sudah menyelesaikan 80 persen kelelahan.
Dehidrasi bisa memperlambat pembakaran lemak, meningkatkan hormon stres, dan menghambat metabolisme.
Minum 3 sampai 4 liter setiap hari dengan elektrolit asli, bukan air gula yang dipasarkan sebagai "minuman olahraga", adalah cara yang paling efektif.
8. Stres Bisa Buat Gemuk
Ternyata stres bisa membuat orang bertambah gemuk. Kortisol kronis secara harfiah melekatkan lemak ke tubuh. Tak peduli seberapa sempurna diet yang dilakukan.
Industri kebugaran mengabaikan ini karena mereka tidak bisa menjual solusi pengelolaan stres. Semua bisa mengimbangi diet buruk dengan olahraga. Tapi, tidak bisa mengimbangi stres berlebih dengan diet. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

