Tak Lolos Standar Sanitasi, 504 Dapur MBG Resmi Ditutup Permanen
BGN menutup permanen 504 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 10 Agustus 2026 sebagai komitmen memperketat standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program prioritas.-Foto: Ninda-radarcirebon.com
JAKARTA, RADARCIREBON.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dalam memperketat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga 10 Agustus 2026, sebanyak 504 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditutup secara permanen.
Penutupan dilakukan setelah ratusan dapur tersebut dinyatakan tidak memenuhi standar sanitasi berdasarkan hasil pemeriksaan dinas kesehatan di masing-masing daerah.
BACA JUGA:BGN Pecat 66 Kepala Dapur MBG, Ada yang Mangkir hingga Terlibat Judi Online
Laporan hasil pemeriksaan kemudian disampaikan melalui Kementerian Kesehatan.
Kepala BGN Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan dengan mengutamakan keamanan pangan.
"504 dapur yang kemudian kami tutup secara permanen karena dinyatakan tidak layak secara sanitasi," ujar Sudaryono dalam Rapat Koordinasi Khusus bersama Menteri Dalam Negeri dan kepala daerah se-Indonesia di Jakarta, Kamis 13 Agustus 2026.
Selain 504 dapur yang telah ditutup, BGN mencatat sekitar 3.000 dapur MBG lainnya masih menjalani proses pemeriksaan oleh dinas kesehatan di daerah masing-masing.
Menurut Sudaryono, proses pemeriksaan memang perlu dipercepat agar pelaksanaan program dapat berjalan optimal. Namun, percepatan tersebut tidak boleh mengorbankan standar keamanan pangan yang telah ditetapkan.
BACA JUGA:BGN Copot 137 Kepala SPPG di Berbagai Daerah, Ada yang Terkait Kasus Keracunan MBG
Ia menegaskan, aspek sanitasi dan keamanan pangan menjadi perhatian serius karena program MBG menyasar penerima manfaat dalam jumlah besar, termasuk anak-anak.
"Ini urusan nyawa seseorang, nyawa anak-anak kita," tegasnya.
BGN juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang turut membantu melakukan pengawasan terhadap dapur MBG.
Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap SPPG memenuhi persyaratan sebelum melayani makanan bagi penerima manfaat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

