BNPB Update Korban Gempa NTT: 75 Meninggal, 907 Luka-luka
Kerusakan bangunan rumah warga yang terdampak gempabumi M7,7 di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).-BPBD Kabupaten Ende.-
JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 75 orang meninggal dunia hingga Kamis 20 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.
Angka tersebut bertambah empat jiwa dibandingkan data sehari sebelumnya yang mencapai 71 orang.
BACA JUGA:Gempa Susulan Flores Tembus 3.002 Kali, BMKG Ungkap Tren Aktivitas hingga Akhir September
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan tambahan korban meninggal dunia berasal dari tiga kabupaten.
“Bertambah empat jiwa dengan perincian di Kabupaten Sikka bertambah dua, Kabupaten Manggarai bertambah satu, di Nagekeo bertambah satu,” kata Berton dalam konferensi pers yang dipantau dari Jakarta, Kamis 20 Agustus 2026.
BNPB menyampaikan duka cita kepada seluruh keluarga korban serta masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di NTT.
Korban Luka Capai 907 Orang
Tidak hanya korban meninggal dunia, jumlah warga yang mengalami luka-luka juga mengalami peningkatan.
Berdasarkan data BNPB hingga Kamis pukul 16.00 WIB, tercatat 907 orang mengalami luka-luka. Jumlah tersebut bertambah sembilan orang dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 898 orang.
BACA JUGA:Peringati HUT Ke-81 RI, Walikota Cirebon Ajak Warga Doakan Korban Gempa NTT
Seluruh tambahan korban luka tersebut dilaporkan berasal dari Kabupaten Ngada.
Berton menjelaskan, proses penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak masih terus dilakukan oleh pemerintah bersama berbagai pihak.
Penanganan berlangsung di tengah aktivitas kegempaan yang masih terjadi di sejumlah wilayah NTT.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

