Dokter Mata Ungkap Mitos Katarak yang Masih Banyak Dipercaya Masyarakat
Dokter Mata Ungkap Mitos Katarak yang Masih Banyak Dipercaya Masyarakat-KMN EyeCare-radarcirebon
RADARCIREBON.COM-Katarak masih menjadi salah satu penyebab gangguan penglihatan yang paling banyak ditemukan pada usia dewasa dan lanjut usia. Namun di tengah kemajuan teknologi kesehatan mata, masih banyak mitos mengenai Katarak yang dipercaya masyarakat hingga saat ini.
Mulai dari anggapan bahwa Katarak bisa sembuh dengan obat tetes mata, harus menunggu "matang" sebelum dioperasi, hingga ketakutan bahwa operasi Katarak merupakan prosedur yang berisiko tinggi.
Dalam podcast KMN EyeCare, Dr. Ricky E. Rooroh, SpM menjelaskan bahwa sejumlah anggapan tersebut tidak lagi sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran modern.
Mitos Katarak Harus Menunggu Matang
Salah satu mitos yang paling sering ditemui adalah keyakinan bahwa Katarak harus dibiarkan hingga "matang" sebelum dapat dioperasi.
BACA JUGA:KMN EyeCare menghadirkan Operasi Katarak dengan Teknologi Laser CATALYS™
Padahal, menurut Dr. Ricky, keputusan operasi katarak saat ini lebih ditentukan oleh dampaknya terhadap kualitas penglihatan dan aktivitas pasien, bukan semata-mata tingkat kematangan katarak.
Ketika penglihatan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari seperti membaca, bekerja, atau berkendara, pasien sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mata untuk menentukan waktu penanganan yang tepat.
Menunda operasi terlalu lama justru dapat membuat aktivitas sehari-hari semakin terganggu dan menurunkan kualitas hidup.
Operasi Katarak Modern Terus Berkembang
Selain mitos mengenai waktu operasi, ketakutan terhadap prosedur operasi juga masih sering ditemukan di masyarakat.
BACA JUGA:Operasi Katarak Laser Tanpa Pisau: Kenali Teknologi Catalys untuk Penglihatan Lebih Jernih
Padahal, teknologi operasi katarak modern telah berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini, operasi katarak dilakukan dengan teknik yang lebih presisi dan nyaman dibandingkan metode konvensional di masa lalu.
Bahkan, masyarakat mulai mengenal teknologi berbasis laser yang membantu meningkatkan presisi dalam beberapa tahapan tindakan operasi katarak.
Perkembangan teknologi tersebut membantu dokter mata melakukan tindakan dengan lebih akurat sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien selama prosedur berlangsung.
Edukasi Menjadi Kunci
Menurut Dr. Ricky, salah satu tantangan terbesar dalam penanganan katarak saat ini bukan hanya masalah medis, tetapi juga kurangnya pemahaman masyarakat mengenai penyakit tersebut.
BACA JUGA:Operasi Katarak Gratis di RS Sumber Hurip Cirebon Diikuti 120 Warga
Banyak pasien datang dalam kondisi penglihatan yang sudah sangat terganggu karena sebelumnya percaya pada informasi yang tidak memiliki dasar medis atau menunda pemeriksaan akibat rasa takut.
Karena itu, edukasi mengenai katarak dan operasi katarak modern dinilai penting agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar dan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan medis yang tepat.
Dengan meningkatnya pemahaman mengenai fakta katarak, diharapkan masyarakat tidak lagi takut menjalani pemeriksaan mata serta dapat memperoleh penanganan yang tepat sebelum gangguan penglihatan semakin membatasi aktivitas sehari-hari
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

