Jabar Punya 18 Unit Mobile Batching Plant, Bangun Jalan Beton di Desa Terpencil Lebih Mudah
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) telah menyediakan 18 unit armada self loading concrete mixer atau dikenal dengan nama mobile batching plant, yakni kendaraan yang mampu memproduksi beton di lokasi proyek. -Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat.-
BANDUNG, RADARCIREBON.COM – Pembangunan dan perbaikan jalan di desa terpencil Jawa Barat kini didukung teknologi yang memungkinkan beton diproduksi langsung di lokasi proyek.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menyediakan 18 unit mobile batching plant untuk membantu pekerjaan pengecoran jalan di wilayah yang sulit dijangkau.
Armada yang juga dikenal sebagai self loading concrete mixer ini dirancang untuk memuat bahan baku, menimbang, mengaduk, hingga mengangkut beton dalam satu kendaraan.
BACA JUGA:Butuh Rp720 Miliar, Perbaikan Jalan Kabupaten Cirebon Ditargetkan Tuntas 2029
Kehadiran alat tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi kendala akses menuju lokasi pembangunan, terutama ketika jaraknya jauh dari pabrik beton.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat, Agung Wahyudi, menjelaskan bahwa mobile batching plant merupakan alat berat multifungsi yang dapat memproduksi beton segar secara mandiri di lokasi pekerjaan.
Seluruh proses produksi dilakukan dalam satu unit kendaraan, mulai dari pengambilan material hingga penuangan beton di titik pengecoran.
Dengan sistem tersebut, pekerjaan pembangunan jalan tidak harus selalu bergantung pada pasokan beton dari fasilitas produksi di luar lokasi proyek.
“Dengan desain yang kompak dan sistem penggerak roda yang tangguh, membuatnya sangat andal untuk proyek di medan yang sulit, jalan sempit, atau lokasi terpencil yang tidak terjangkau oleh truk molen besar,” ujar Agung, Senin 12 Oktober 2026.
Bisa Memproduksi Beton Langsung di Lokasi Proyek
Salah satu keunggulan mobile batching plant terletak pada kemampuannya mengambil dan mengolah bahan baku secara langsung.
Kendaraan ini dilengkapi sekop besar di bagian depan yang dapat digunakan untuk mengambil material, seperti pasir, kerikil, dan semen, dari tumpukan tanpa membutuhkan bantuan alat berat tambahan berupa wheel loader.
BACA JUGA:Kado Hari Jadi Kuningan, KDM Guyur Rp100 Miliar untuk Perbaikan Jalan
Setelah material dimuat, sistem timbangan digital berbasis sensor akan mengukur takaran setiap bahan sesuai formula campuran beton yang dibutuhkan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase
