\"Memperingati Hari Pahlawan 10 November, sebagai bentuk penghormatan dari Pemerintah Provinsi Jabar kepada tokoh pendahulu kita yang sudah berjasa bagi bangsa dan negara. Maka kita lakukan ziarah ke makam para syuhada sekaligus tawasul doa melalui karomah dan maunah para waliullah dan syuhada. Dan mudah-mudahanan barokah,\" kata Kang Uu.
\"Saya berziarah ke makam para syuhada, kiai yang sudah berjasa membangun Jabar, memperjuangkan akidah, syariah. Saya juga membacakan tahlil, baca Alquran dan berdoa mengharapkan barokah dan kebaikan bisa dirasakan semua warga Jawa Barat,\" tambahnya.
Dalam beberapa kesempatan, Sosok Panglima Santri Jabar itu selalu menekankan untuk tidak melupakan jasa ulama dan kiai yang bergerak dan berjuang secara multidimensi.
Selain memperjuangkan kemerdekaan fisik, para ulama dan kiai tentunya memperjuangkan kemerdekaan batin sehingga hadir ketenangan bagi setiap umat dalam menjalankan ibadahnya.
Kemudian, kata Kang Uu, ulama dan kiai berjasa membentuk karakter serta kepribadian bangsa Indonesia. Para ulama dan kiai pun turut berkontribusi menjadikan Pancasila sebagai pemersatu bangsa.
\"Pancasila itu mampu menyatukan berbagai macam agama, menyatukan berbagai macam suku, bermacam ras dan karakter,\" katanya.
\"Ulama adalah sosok yang mesti kita teladani. Maka momen hari pahlawan menjadi spirit khususnya bagi generasi muda untuk hidup maslahat, bermanfaat bagi sekitar, bagi nusa, bangsa, dan agama,\" imbuhnya. (*)