JATIBARANG - Camat Jatibarang, Drs H Jajang Sudrajat bersama jajarannya gencar menyosialisasikan program Kartu Sehat dan Pintar (Kasep) yang diluncurkan pemerintah daerah Kabupaten Indramayu. Hal itu dilakukan agar program baru yang akan diluncurkan pertengahan Januari 2014 itu benar-benar dipahami masyarakat. Jajang memaparkan bahwa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), tidak akan berlaku lagi saat Kasep mulai diterapkan. Jajang mengingatkan para kuwu bisa menyampaikan hal tersebut kepada warganya. Para kuwu juga diminta proaktif dalam memastikan penerima program Kasep agar tepat sasaran. “Hari ini kita sosialisasikan kepada para kuwu bahwa SKTM tidak lagi berlaku dan akan diganti dengan Kasep, yang akan diluncurkan pertengahan Januari ini. Bila nanti terdapat warga yang belum masuk daftar penerima namun berhak menerima, maka bisa diusulkan ulang,” jelas Camat Jatibarang Drs H Jajang Sudrajat, Minggu (12/1). Camat juga menyampaikan agar warga yang tergolong dalam kategori mampu, bisa mengikuti program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan. Warga yang mampu dapat mendaftar sebagai peserta BPJS. Dengan premi yang telah ditetapkan, maka peserta BPJS kesehatan sudah bisa mendapat pelayanan. Untuk rawat inap kelas III, premi yang dibayarkan yakni Rp25.500. Sementara untuk kelas II premi yang dibayarkan Rp42.500, dan untuk kelas I preminya Rp59.500 per bulan. “Bagi yang tidak mampu membayar premi, maka nanti akan dibayar pemerintah melalui penerima bantuan iuran (PBI),” imbuhnya. Sementara itu, para kuwu dan perangkat desa mempertanyakan posisi mereka. Selama ini, kuwu dan pamong desa tidak masuk dalam Jamkesmas, Askeskin, dan perlindungan lainnya. Untuk itu, para kuwu dan pamong desa berharap untuk bisa dijamin melalui BPJS dengan premi yang dibayarkan pemerintah. “Kuwu dan pamong desa beserta keluarganya, juga harus diperhatikan jaminan kesehatannya. Kami ini kan bukan pegawai negeri atau pegawai swasta. Jadi kami berharap agar bisa diikutsertakan dalam BPJS kesehatan yang preminya bisa dibayar pemerintah,” harap Kuwu Bulak Lor Edi Junaedi SH MSi, yang mewakili para kuwu dan perangkat desa lainnya. (cip)
Kuwu Pertanyakan Jaminan Kesehatan
Senin 13-01-2014,15:18 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 24-05-2026,04:05 WIB
Catat! Rute Konvoi Persib Bandung Juara Liga 1 2026 Digelar Minggu Pagi
Minggu 24-05-2026,02:03 WIB
Warga Pancuran Barat Cirebon Demo Tower BTS, Gerbang Digembok dan Minta Dibongkar
Minggu 24-05-2026,05:02 WIB
Persib Hattrick Juara! Wagub Jabar Minta Bobotoh Tak Razia Kendaraan
Minggu 24-05-2026,06:01 WIB
Situ Pajaten Cikalahang Mulai Dipromosikan, Pemkab Cirebon Tebar Bibit Ikan untuk Wisata dan Ketahanan Pangan
Minggu 24-05-2026,08:04 WIB
Pertamina Pastikan Kabar Pembatasan Pertalite Mulai Juni 2026 adalah Hoaks
Terkini
Minggu 24-05-2026,23:00 WIB
Muscab DPC PPP Kabupaten Cirebon Tentukan Arah Baru Kepengurusan, Ini Pesan Uu Ruzhanul Ulum
Minggu 24-05-2026,22:00 WIB
Konvoi Juara Persib di Cirebon Berjalan Kondusif, KNPI dan Bobotoh Apresiasi Kapolres
Minggu 24-05-2026,21:00 WIB
Update Harga BYD Atto 1 Bekas Mei 2026, Kini Mulai Rp190 Jutaan, Cek Spek Lengkapnya
Minggu 24-05-2026,20:00 WIB
Dugaan Gratifikasi Pokir Anggota DPRD Kuningan, Pengusaha J Buka Suara
Minggu 24-05-2026,19:30 WIB