Tim yang tangguh menjadi jaminan untuk meningkatkan produktivitas.
3. Produknya Kurang Dibutuhkan
Produk gagal atau kegagalan produk adalah kondisi di mana suatu produk tidak mampu bertahan di pasar. Kondisi ini bisa terjadi karena banyak faktor.
BACA JUGA:Pendaftar Calon Bawaslu Belum Capai 30 Persen Perempuan
Bisa karena tidak ada upaya produsen menciptakan produk yang berkualitas dan memiliki nilai jual atau karena taktik pemasaran yang buruk.
4. Tidak Punya Data Base Pelanggan
Pentingnya data pelanggan adalah bisa membantu para pebisnis kuliner dalam menawarkan produk baru kepada pelanggan baru dan pelanggan lama. Tanpa susah-susah lagi mencari data baru dan survey konsumen.
Selain itu, dengan menggunakan database pelanggan, juga dapat menganalisis penyebab penurunan atau peningkatan penjualan.
5. Salah Menentukan Harga Jual
Penentuan harga jual yang tidak tepat sering berakibat fatal pada masalah keuangan perusahaan bidang makanan. Dan itu akan mempengaruhi kontinuitas usaha perusahaan itu sendiri.
BACA JUGA:Bakti di Tanah Kelahiran, Bacaleg NasDem Novi Widiarti Lakukan Ini
Ketidaktepatan tersebut akan menimbulkan resiko pada perusahaan. Misalnya kerugian yang terus menerus atau menimbunnya cadangan bahan makanan di gudang karena macetnya pemasaran.
6. Tidak Punya Networking
Networking sendiri dianggap penting dalam perkembangan binis apapun. Termasuk kuliner.
Manfaat Networking bagi bisnis kuliner adalah untuk meningkatkan social capital, meningkatkan skill set dan general knowledge.
Juga untuk menemukan kesempatan bisnis market, meningkatkan brand awareness, dan menumbuhkan self-confidence.