Bandara di Jawa Sepi, Ulah Pemerintah Langgar Peraturan Sendiri

Selasa 22-08-2023,17:00 WIB
Reporter : Asep Kurnia
Editor : Asep Kurnia

Pembangunan tersebut terkesan dipaksakan, karena urusan yang bersifat kepentingan politik atau kepentingan lainnya.

"Itu dilanggar karena berbagai alasan, apakah politik atau tokoh tertentu yang ingin diangkat, kalau sudah begitu tidak bisa," tegasnya.

Bandara lain yang dibangun saling berdekatan, adalah Bandara Wiriadinata Tasikmalaya dengan Bandara Jenderal Besar (JB) Soedirman Purbalingga.

Bandara JB Soedirman Purbalingga yang diresmikan 21 Juni 2021 lalu, berjarak 172 Km ke Bandara Wiriadinata.

BACA JUGA:PLN Gencarkan Edukasi Kelistrikan Aman Bermain Layang-layang

Akibatnya, Bandara Wiriadinata Tasikmalaya sepi penumpang, begitu juga dengan Bandara JB Soedirman.

Dari jadwal yang pernah dicatat, Bandara JB Soedirman hanya melakukan 12 kali penerbangan.

Nasib yang sama juga menimpa Bandara Wiriadinata Tasikmalaya, sepi penumpang dan terkesan kurang diminati maskapai penerbangan.

Menurut A Jamaludin, Plt Kadishub Kota Tasikmalaya, alasan tidak diliriknya Bandara Wiriadinata oleh maskapai penerbangan karena masalah pesawat.

BACA JUGA:WOW! Premier Siska The Movie Film Asli Cirebon, Hari Pertama Terjual Habis di Bioskop XXI

Maskapai penerbangan yang pernah diajaknya membuka rute penerbangan di Tasikmalaya, tidak memiliki jumlah pesawat jenis propeller yang memadai.

"Alasan para direktur maskapai karena kekurangan pesawat," kata A Jamaludin.

Nasib tidak jauh berbeda dialami Bandar Udara Internasional Kertajati Majalengka.

Badara Kertajati merupakan proyek mewah dengan dana yang dihabiskan mencapai Rp2,6 triliun.

BACA JUGA:Bunga GoPayPinjam Tenor 6 Bulan, Pinjaman Online dari Gojek, Awas Kena Kredit Bermasalah, Cek Dulu

Namun sejak diresmikan Juni 2018 lalu, bandara terbesar kedua di Indonesia itu, kurang diminati maskapai penerbangan.

Kategori :