Informasi itu, kemudian diyakinkan dengan adanya warga yang menghubungi lewat telepon dan menyampaikan laporan.
“Teman-teman dapat info bahwa telah terjadi anak tenggalam di Jatibarang. Yang meyakinkan lagi, ada telepon yang menginformasikan anak tenggelam,” kata Faozan, kepada radarcirebon.com, Jumat, 23, Februari 2024.
Anehnya, ketika ditelusuri ke Polsek Jatibarang, disebutkan bahwa tidak ada informasi yang dimaksud.
Uniknya, kesalahpahaman tersebut tidak hanya soal informasi anak tenggelam. Pada informasi yang disampaikan lewat Facebook itu, pelapor kemudian meluruskan.
Bahwa yang mereka maksud dengan anak tenggelam di Jatibarang, bukan berlokasi di Kabupaten Indramayu. Melainkan di Kecamatan Jatibarangm Kabupaten Brebes.
“Jadi ini ada kesalahpahaman. Yang lewat Facebook itu, menginfokan anak tenggelam. Maksudnya di Jatibarang, Kabupaten Brebes,” katanya.
Kendati demikian, Faozan mengungkapkan, pihaknya mengambil pelajaran dari kejadian ini. Termasuk kepada masyarakat, diimbau untuk lebih memperhatikan situasi lingkungan.
Apalagi di tengah musim penghujan seperti sekarang ini, di mana arus sungai lebih deras dari biasanya dan bisa tiba-tiba berubah.
BACA JUGA:Ketum Anies for President yang Bilang: Hilal Pemakzulan Jokowi Sudah Terlihat
Oleh karena itu, agar menghindari berenang di sungai, lantaran kondisi arus bisa tiba-tiba berubah. Tidak hanya itu, berpotensi juga timbul bahaya yang lain.