Ia juga menyatakan bahwa dirinya mengikuti perkembangan sepak bola Tanah Air dan menghormati cara masyarakat Indonesia menikmati pertandingan.
Di sisi lain, Elkan Baggott, bek andalan Garuda lainnya, juga berbagi cerita tentang tekanan mental yang dihadapi sebagai pemain muda.
Ia mengaku dulu sering membuka media sosial setelah pertandingan, namun kini mulai menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental.
Elkan berharap bisa kembali memperkuat skuad Kluivert dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 mendatang.
BACA JUGA:Calon SPPG Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon Mulai Rekrut Relawan
Tak ketinggalan, nama Pascal Struijk juga ikut mencuat dalam daftar pemain keturunan yang berpeluang dinaturalisasi.
Bek milik Leeds United yang berlaga di EFL Championship ini menjadi perbincangan di media Korea Selatan.
Dalam laporan mereka, naturalisasi pemain keturunan dinilai semakin agresif setelah pemecatan Shin Tae-Yong, dan kini proyek tersebut dilanjutkan oleh pelatih anyar Patrick Kluivert.
“PSSI masih melanjutkan proyek naturalisasi liar yang memberi kekuatan kepada pelatih timnas Indonesia saat ini, Patrick Kluivert,” tulis media Korea dikutip dari akun Facebook Garuda 11.
BACA JUGA:Akhirnya, Dedi Mulyadi Terbitkan Surat Edaran Tentang Study Tour, Silahkan Dibaca!
Jika proses Struijk berjalan lancar, ia berpotensi menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi di skuad Garuda.
Duetnya dengan Jay Idzes dinilai bisa menjadi benteng kokoh di lini pertahanan timnas.
Dengan deretan nama potensial seperti Jay Idzes, Jairo Riedewald, Pascal Struijk, dan Tristan Gooijer, masa depan lini belakang Timnas Indonesia terlihat cerah.
Dukungan dari para pemain diaspora ini bisa menjadi dorongan besar dalam mewujudkan ambisi Garuda di kancah internasional.