Dari total itu, Agus mengatakan, permintaan terkait SLIK menjadi yang paling dominan sebanyak 135 layanan, disusul informasi umum sektor keuangan 123 layanan dan laporan penipuan sebanyak 104 kasus.
"Permintaan keringanan angsuran dan keluhan soal pinjol masing-masing juga tercatat sebanyak 31 dan 25 kasus."
"Mayoritas layanan berasal dari masyarakat umum sebanyak 523 layanan atau 94,23 persen."
"Sisanya berasal dari pelajar/mahasiswa (23 layanan), ibu rumah tangga, wirausaha dan pekerja formal," katanya.
BACA JUGA:Babinsa Kelurahan Kesambi Hadiri Sosialisasi HIV/AIDS, Stunting, dan TBC Bersama Warga
BACA JUGA:Tercoreng, 2 Orang jadi Korban Penganiayaan saat Konvoi Persib Bandung
Dari sisi wilayah, lanjut Agus, masyarakat Kabupaten Cirebon tercatat paling aktif memanfaatkan layanan OJK, dengan total 239 layanan atau 43,06 persen.
“Data ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat untuk menyampaikan keluhan maupun mencari informasi di sektor keuangan."
"Ke depan, OJK Cirebon akan terus memperkuat peran edukasi dan perlindungan konsumen di wilayah Ciayumajakuning,” pungkasnya. (rdh)