Sementara itu menurut Bupati Dian, keberadaan pabrik ini menjadi jawaban nyata terhadap permasalahan limbah peternakan yang selama ini cukup mengganggu.
BACA JUGA:KDM Tegas, Soroti Kasus Kuwu Casmari Sawer di Diskotek Cirebon, Perintahkan Inspektorat Turun Tangan
Limbah kotoran hewan yang dihasilkan dari kawasan sentra sapi seperti Desa Cisantana dan Cipari di Kecamatan Cigugur, serta wilayah Kecamatan Cibingbin, kini bisa teratasi.
"Alhamdulillah, kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mengatasi limbah dengan cara mengubahnya menjadi pupuk organik yang memiliki nilai tambah," ungkap Bupati Dian.
Ia menjelaskan, bahan baku pupuk Petroganik berasal langsung dari kotoran sapi yang dihasilkan para peternak lokal.
Hal ini memungkinkan penanganan limbah dilakukan langsung di sumbernya, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Bupati juga menyebutkan bahwa kapasitas awal produksi diperkirakan mencapai 20-30 ton, dengan harapan dapat ditingkatkan hingga 50 ton ke depan.