Festival ini diikuti oleh lebih dari 100 partisipan dari berbagai latar belakang diantaranya 17 perangkat daerah, 16 lembaga pendidikan dan akademisi, termasuk ITB, UIN Siber Syekh Nurjati, Universitas Gunung Jati, hingga STIKOM dan Universitas Catur Insan Cendekia.
“Ada juga 11 perusahaan swasta dan BUMD, seperti PT Indocement Tbk, PT Indofood, Bukalapak, hingga Bank Cirebon Jabar dan 63 pelaku UMKM binaan dan komunitas kreatif,” ungkap Imron.
Secara khusus, Imron menyampaikan terima kasih kepada Bapperida Kabupaten Bandung atas partisipasi aktifnya dalam pameran inovasi.
Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Dangi, menyebut bahwa Cinofest menjadi ajang penting untuk menampilkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, hingga teknologi terapan.
“Kami membuka ruang bagi para inovator dari masyarakat, perangkat daerah, dunia usaha, dan perguruan tinggi untuk menampilkan karya terbaiknya. Baik dalam bentuk produk maupun inovasi layanan,” kata Dangi.
BACA JUGA:Instagram Presiden Prabowo Mendadak Diserbu Warganet Brasil, Ini yang Terjadi
Ia menambahkan, inovasi di bidang perencanaan publik seperti pengelolaan limbah (incinerator), keamanan digital (cyber security), hingga pengembangan layanan PDAM Tirta Jati dan sistem Curaweda menjadi sorotan penting dalam festival tahun ini.
Pemerintah Kabupaten Cirebon juga memberikan apresiasi kepada Bappelitbangda kabupaten/kota se-Jawa Barat yang turut meramaikan festival ini.
Ia melanjutkan, seluruh rangkaian Cinofest 2025 didukung melalui dana APBD Kabupaten Cirebon, dukungan sponsor dari mitra usaha lokal dan nasional, serta kontribusi swadaya komunitas.
“Dengan antusiasme tinggi dari ratusan pelajar, mahasiswa, komunitas, dan pengunjung umum, Cinofest 2025 tidak hanya menjadi festival inovasi, tapi juga simbol semangat kolaborasi dan optimisme Kabupaten Cirebon menuju daerah yang unggul dan adaptif di era digital,” pungkasnya. (*)