Tidak Terima Study Tour Disebut Memberatkan, Ini Tanggapan Pelaku Pariwisata

Senin 21-07-2025,19:06 WIB
Reporter : Moh Junaedi
Editor : Rusdi Polpoke

Karena kegiatan study tour, sebut Nana, merupakan kegiatan rutin sekolah yang dilakukan tidak secara mendadak.

BACA JUGA:Disertai Ancaman, Massa Geruduk Gedung Sate Menuntut KDM Cabut Larangan Study Tour

BACA JUGA:Beras Program Bantuan Pangan Dikemas Ulang, Diawasi Babinsa Larangan

"Memberatkannya di mana? Kenapa? Karena study tour itu bukan program dadakan, tetapi direncanakan. Siswa sudah menabung jauh-jauh hari. Pada saat pelaksanaannya, itu tidak memberatkan," papar Nana.

Dalam demo tersebut, Nana dan rekan-rekan lainnya yang merupakan pelaku usaha di bidang pariwisata, meminta kepada Gubernur Jawa Barat untuk mencabut surat edaran poin 3.

"Tuntutannya hanya satu, kita hanya minta Bapak Gubernur untuk mencabut SE nomor 45 PK 03.03 Kesra Point 3. Yang memberatkan itu poin tiga, hanya satu poin ya, yang mengatakan piknik yang dibungkus study tour itu dilarang itu yang sangat memberatkan," ungkap Nana.

Jika tuntutan tersebut tidak digubris KDM, sebut Nana, pihaknya bakal melakukan aksi serupa dengan massa yang lebih besar.

BACA JUGA:Ini Lokasi Mall dan Bioskop di Majalengka yang Bakal Dibangun Boy Thohir

BACA JUGA:111 Tokoh Pesantren Babakan Menuntut KDM Dievaluasi, Soroti 5 Kebijakan Kontroversial

Diungkapkan Nana, jumlah peserta demo yang hadir ke Gedung Sate hari ini (Senin 21 Juli 2025), hanya berkisar 10 persen dari total keseluruhan.

Karena menurut Nana, akibat kebijakan yang dikeluarkan oleh KDM, para pelaku usaha di bidang pariwisata merasa paling dirugikan.

Padahal menurutnya, sektor pariwisata merupakan penyumbang terbesar bagi pendapatan daerah maupun negara.

"Bila mana ini (tuntutan) tidak digubris kami akan datang lagi lebih banyak lagi. Ini kekuatan kita baru 10 persen kita bisa lebih heboh lagi. Jangan remehkan kekuatan pariwisata, pariwisata penyumbang devisa negara kita pahlawan devisa tapi kita selalu dikesampingkan, kita selalu diabaikan," katanya.

Kategori :