Pesan Penting dari Presiden untuk Ilmuwan Indonesia: Kolaborasi dengan Saintis Dunia

Kamis 07-08-2025,15:28 WIB
Reporter : Tatang Rusmanta
Editor : Rusdi Polpoke

RADARCIREBON.COM – Presiden RI Prabowo Subianto menekankan pentingnya kiprah ilmuan Indonesia di kancah internasional.

Hal ini disampaipkan Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan/Presidential Communication Office (PCO) Noudhy Valdryno.

Ryno, sapaan karibnya, menyebutkan bahwa Presiden Prabowo ingin ilmuwan Indonesia banyak berkolaborasi dengan saintis dunia.

"Kolaborasi dengan saintis dunia akan semakin menegaskan jalan terang Indonesia Maju," kata Ryno di Jakarta, Kamis (7/8/2025).

BACA JUGA:PDI Perjuangan Resmi Dukung Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto

BACA JUGA:Perkenalkan Pulau Sensay, Negara Pertama yang Dipimpin Presiden AI, Tetangga Indonesia

Ryno juga mengatakan Presiden Prabowo ingin para saintis ini banyak tampil di ruang publik. Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dalam lima tahun ke depan. 

Peran saintis diperlukan terutama melalui strategi industrialisasi nasional yang bertumpu pada hilirisasi, penguasaan teknologi, dan penguatan sumber daya manusia (SDM).

"Visi ini sejalan dengan Asta Cita ke-4 yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, serta penyandang disabilitas," ujar Ryno.

Terkait perhatian Prabowo terhadap perkembangan ilmuwan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyelenggarakan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025. 

BACA JUGA:Penyakit Misterius Muncul di Kongo, WHO Kirim Ilmuan untuk Lakukan Penyelidikan

BACA JUGA:Dies Natalis ke-70, UPI Didorong Konsisten Lahirkan Tenaga Pendidik dan Ilmuan Berkualitas

Acara diselenggarakan pada 7-9 Agustus 2025 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), ITB, Bandung, Jawa Barat.

PCO mengapresiasi penyelenggaraan KSTI 2025. Konvensi ini bisa menjadi wadah untuk mengumpulkan para saintis.

"Konvensi ini merupakan inisiatif Presiden Prabowo untuk mempertemukan dan mengumpulkan para peneliti serta guru besar, khususnya bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik atau Engineering, dan Matematika) untuk menyatukan visi berkontribusi memajukan bangsa dan negara," kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, saat membuka KSTI 2025.

Kategori :