Lika-liku Pengobatan Misri, Dijanjikan ke Jerman Tapi Dokter Meninggal Kecelakaan

Rabu 24-09-2025,10:03 WIB
Reporter : Tatang Rusmanta
Editor : Tatang Rusmanta

Tapi seiring waktu kakinya justru semakin membesar, alat bantu pun tidak muat dipakai lagi.

BACA JUGA:Pemprov Jabar Dukung Keberlanjutan Program Citarum Harum

BACA JUGA:Kepergok Hendak Mencuri Kambing, Seorang Pria di Kuningan Babak Belur

Jalan pengobatan pun telah ditempuh ke mana-mana. Termasuk berobat di RSHS Bandung dan beberapa rumah sakit lain. Misri juga pernah dibantu oleh Yayasan Rumah Teduh. 

Nah, harapan untuk sembuh total pun pernah timbul ketika dia dijanjikan terbang ke Jerman untuk menjalani serangkaian pengobatan.

Sayangnya perjalanan ke Jerman itu urung terjadi karena dokternya meninggal dalam kecelakaan. 

“Saya sangat sedih sekali. Waktu itu saya punya harapan besar," kenang Misri.

Sejak itu, Misri menjalani hidup dengan segala keterbatasan. Meski demikian, ia tidak menyerah. 

“Kalau bisa, saya ingin sehat lagi, bisa hidup normal seperti orang lain," harapnya.

Sementara itu, Kuwu Sende, Suma SM, menuturkan bahwa sejak awal pihaknya bersama Puskesmas Tegalgubug rutin memberikan obat untuk membantu kesembuhan Misri. 

Namun, karena merasa kondisinya membaik, pengobatan sempat terputus sehingga pembengkakan kembali parah. 

“Mungkin karena merasa sudah sembuh, jadi terlena. Sekarang kondisinya membesar lagi," jelasnya.

Saat ini, Pemdes Sende dan Puskesmas Tegalgubug kembali bergerak cepat dengan melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon. 

Apalagi, Misri sudah masuk dalam DTKS dan tercatat sebagai peserta BPJS aktif. 

“Kami selalu siap mendukung pengobatan Misri. Kami ingin yang terbaik untuk kesehatannya," katanya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon dr Edi Susanto menambahkan, kasus filariasis yang dialami Misri sebenarnya sudah ditangani sejak 2014. 

Kategori :