Bahkan, pemantauan pernah dilakukan intensif pada 2019 dan 2020.
“Sekarang kami datang lagi untuk melakukan observasi karena keluhan Misri semakin berat. Kalau dibutuhkan, ia bisa kami rujuk ke rumah sakit," imbuhnya.
Edi menambahkan, filariasis biasanya berawal dari infeksi gigitan nyamuk yang membawa larva cacing filaria.
Parasit ini menyerang limpa, menurunkan kekebalan tubuh, lalu memicu pembengkakan secara ekstrem.
Untuk saat ini, lanjut Edi, fokus utama penanganan adalah mencegah infeksi lanjutan serta gejala kronis seperti luka terbuka dan penjamuran.
“Kami sekarang membawa Misri ke RSUD Arjawinangun untuk observasi lebih lanjut agar bisa tertangani dengan baik," imbuhnya.