Pesisir Cirebon Kembali Kumuh, Sampah Kiriman dan Ulah Warga Jadi Sorotan

Senin 02-02-2026,03:33 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Tatang Rusmanta

Beberapa waktu lalu, ribuan warga Cirebon bersama aktivis lingkungan dan relawan yang digagas Pandawara Group menggelar aksi bersih-bersih besar-besaran di kawasan Pantai Kesenden. Aksi tersebut sempat memunculkan harapan akan perubahan.

BACA JUGA:7 Tersangka Ditangkap di Kuningan, 3 Perempuan, Polisi Sita 26 Paket Sabu dan Bongkar Modus Tempel

Namun, harapan itu kembali pupus. Pada Sabtu (31/1/2026), Pantai Kesenden kembali terlihat kotor dan kumuh. 

Tumpukan sampah kembali menghiasi pesisir pantai, meski papan larangan membuang sampah terpasang jelas di sejumlah titik.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar terkait kesadaran masyarakat serta efektivitas pengawasan dan penegakan aturan di lapangan.

Dampak Lingkungan dan Keluhan Warga

BACA JUGA:Spesifikasi Samsung Galaxy A57 2026: Desain Premium, Performa Kencang

BACA JUGA:Laga Persis vs Persib Jadi Momen Emosional Thom Haye: Ternyata Solo Punya Arti Khusus

Nur, salah seorang warga setempat, mengungkapkan kekhawatirannya jika kondisi ini terus dibiarkan.

“Jika berlangsung lama, tumpukan sampah ini bisa berdampak serius terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta citra Kota Cirebon sebagai kota pesisir,” ujarnya.

Ia menilai pemerintah masih kurang proaktif dalam memberikan solusi nyata serta penindakan tegas terhadap pelaku pembuangan sampah liar.

Menurutnya, tidak hanya warga, sejumlah pelaku usaha juga diduga ikut membuang sampah di lokasi tersebut. Minimnya fasilitas seperti TPS atau kontainer sampah membuat persoalan semakin kompleks.

“Memang ada sistem jemput sampah, tapi tidak efektif karena tidak terjadwal. Akhirnya warga membuang sampah sembarangan,” tambahnya.

Pemilik Balong Keberatan

Munir, keluarga pemilik balong yang lahannya dipenuhi sampah, mengaku sangat keberatan.

“Kami berharap tidak ada lagi yang membuang sampah ke balong milik kami. Kalau hanya material brangkalan mungkin tidak masalah, tapi kalau sampah rumah tangga dan dari pengusaha jelas sangat merugikan,” tegasnya.

Kategori :