4. Hindari Makanan Pemicu
Setiap penderita GERD memiliki pemicu berbeda, tetapi secara umum sebaiknya menghindari:
- Makanan pedas
- Makanan asam
- Makanan berlemak tinggi dan berminyak
- Kopi dan teh pekat
- Minuman bersoda
- Cokelat
Sebagai gantinya, pilih makanan yang lebih ramah lambung seperti sayuran hijau, daging tanpa lemak, ikan, dan buah yang tidak terlalu asam.
5. Jangan Langsung Tidur Setelah Makan
Baik setelah sahur maupun berbuka, beri jeda sekitar 2–3 jam sebelum berbaring atau tidur. Posisi langsung berbaring dapat mempermudah asam lambung naik ke kerongkongan.
6. Konsultasi dengan Dokter
Bagi penderita GERD yang rutin mengonsumsi obat, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis penyakit dalam atau gastroenterologi sebelum Ramadan. Dokter akan menyesuaikan jenis dan jadwal konsumsi obat agar tetap efektif selama puasa.
Kesimpulan
Puasa Ramadan bukanlah hal yang harus ditakuti oleh penderita GERD. Dengan pengaturan pola makan yang tepat, pemilihan menu yang aman, serta pengendalian stres, puasa justru bisa membantu memperbaiki gaya hidup dan mengurangi keluhan asam lambung.
Kuncinya ada pada disiplin dan kesadaran menjaga pola makan. Jika gejala terasa berat atau semakin sering kambuh, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan persiapan yang baik, penderita GERD tetap bisa menjalani ibadah puasa dengan nyaman dan aman.