Puasa Ramadan bagi Penderita GERD, Ini Fakta Medis yang Wajib Diketahui

Rabu 11-02-2026,13:00 WIB
Reporter : Tatang Rusmanta
Editor : Tatang Rusmanta

BACA JUGA:Pastikan Layanan Aman Saat Mudik, KAI Daop 3 Cirebon Cek Jalur Lewat KAIS

BACA JUGA:Sedih Tapi Lega, Begini Respons Walikota Usai BPR Bank Cirebon Ditutup OJK

Banyak orang beranggapan bahwa perut kosong dalam waktu lama akan memicu produksi asam lambung berlebih. Kekhawatiran ini membuat sebagian penderita GERD ragu untuk berpuasa.

Namun, secara medis, puasa tidak serta-merta memperparah GERD. Justru, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penderita GERD yang menjalani puasa dengan pola makan teratur mengalami keluhan yang lebih ringan dibandingkan mereka yang tidak berpuasa.

Mengapa demikian?

Selama Ramadan, pola makan menjadi lebih terstruktur, yakni saat sahur dan berbuka. Kebiasaan ini secara tidak langsung membantu mengontrol produksi asam lambung. Selain itu, frekuensi konsumsi camilan tidak sehat seperti gorengan, cokelat, makanan tinggi lemak, serta minuman berkafein biasanya berkurang.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kondisi psikologis. Puasa melatih pengendalian diri, termasuk dalam mengelola stres. Padahal, stres merupakan salah satu pemicu utama kambuhnya gejala GERD. Ketika pikiran lebih tenang, risiko refluks asam lambung pun ikut menurun.

Artinya, puasa bisa aman bahkan bermanfaat bagi penderita GERD, asalkan disertai pola makan dan kebiasaan yang benar.

Tips Puasa Aman untuk Penderita GERD

Agar ibadah puasa tetap lancar tanpa gangguan asam lambung, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.

1. Jangan Melewatkan Sahur

Sahur sangat penting bagi penderita GERD. Melewatkan sahur membuat lambung kosong terlalu lama, sehingga berisiko memicu iritasi akibat asam lambung. Pilih makanan tinggi serat, protein, dan karbohidrat kompleks agar energi bertahan lebih lama dan lambung tetap stabil.

2. Segera Berbuka Saat Waktunya

Menunda berbuka dapat membuat asam lambung terus menumpuk. Saat adzan magrib berkumandang, segeralah berbuka dengan makanan ringan terlebih dahulu, seperti kurma dan air putih, sebelum melanjutkan ke makanan utama.

3. Makan dengan Porsi Kecil dan Perlahan

Kesalahan yang sering terjadi adalah “balas dendam” saat berbuka dengan makan dalam jumlah besar dan cepat. Kebiasaan ini justru memicu naiknya asam lambung. Makanlah secara perlahan dan dalam porsi kecil namun cukup, agar sistem pencernaan bekerja optimal.

Kategori :