Untuk mendukung kelancaran distribusi, setiap penerima manfaat akan menerima dua tas kain (tote bag) dengan warna berbeda.
Misalnya, warna biru dan merah, guna memudahkan proses identifikasi dan penukaran tas pada hari berikutnya.
Skema ini diterapkan agar distribusi berjalan tertib, higienis, dan meminimalkan risiko kontaminasi silang.
Selama periode 18–24 Maret 2026 atau cuti bersama Idulfitri, penyaluran MBG tidak dilakukan. Sebagai gantinya, distribusi dilakukan lebih awal dalam bentuk paket bundling kemasan sehat.
BACA JUGA:MBG Serap 700 Ribu Tenaga Kerja, di Cirebon SPPG Kemantren Jadi Contoh Pengawasan
Paket bundling merupakan penggabungan makanan untuk konsumsi beberapa hari yang diserahkan sekaligus kepada penerima manfaat.
Meski demikian, BGN menegaskan bahwa batas maksimal daya tahan makanan hanya untuk tiga hari guna menjaga kualitas dan keamanan pangan.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan program MBG tetap berjalan optimal, adaptif terhadap momen Ramadan, serta tetap mengedepankan prinsip gizi seimbang dan keamanan pangan.
Dengan mendorong pemanfaatan pangan lokal, BGN berharap program MBG tidak hanya mendukung pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal dan ketahanan pangan nasional. (*)