Allahummaj'al shiyaamii fiihi shiyaamash shaa-imiin wa qiyaamii fiihi qiyaamal qaa-imiin wa nabbihnii fiihi 'an naumatil ghaafiliin. Wa hab lii jurmii fiihi yaa ilahal 'aalamiin wa'fu 'anni yaa 'aafiyan 'anil mujrimiin.
Artinya:
“Ya Allah, jadikan puasaku di bulan ini seperti puasanya orang-orang yang benar-benar berpuasa. Jadikan ibadah malamku seperti ibadah orang-orang yang mendirikan qiyam. Bangunkan aku dari kelalaian. Ampuni dosa-dosaku, wahai Tuhan semesta alam. Maafkan kesalahanku, wahai Dzat yang Maha Mengampuni.”
Doa ini sarat makna karena mencerminkan harapan agar puasa yang dijalani tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar berkualitas di sisi Allah SWT.
Waktu Mustajab untuk Berdoa di Bulan Ramadhan
Ramadhan juga dikenal sebagai bulan penuh waktu mustajab, yakni waktu-waktu terbaik untuk berdoa. Beberapa momen yang dianjurkan antara lain:
• Sepertiga malam terakhir, khususnya saat menunaikan shalat tahajud
• Menjelang waktu sahur atau sebelum imsak
• Saat berbuka puasa
• Di antara adzan dan iqamah sebelum shalat fardu
Meski demikian, doa sejatinya tidak dibatasi waktu. Umat Muslim dapat memanjatkan doa kapan saja sepanjang hari selama Ramadhan.
Momentum Menggapai Rahmat dan Ampunan
Hari pertama Ramadhan 2026 bukan hanya awal ibadah puasa, tetapi juga awal perjalanan spiritual menuju pribadi yang lebih baik.
Momentum ini seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT, memperbanyak amal, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.
Dengan niat yang tulus, hati yang bersih, serta doa yang dipanjatkan penuh keyakinan, Ramadhan 2026 diharapkan menjadi bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan bagi seluruh umat Muslim.