Jigus Dorong Perbankan Permudah Akses KUR bagi Nelayan Gebang

Kamis 12-03-2026,14:01 WIB
Reporter : Deny Hamdani
Editor : Leni Indarti Hasyim

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Wakil Bupati (Wabup) Cirebon, H bup Agus Kurniawan Budiman, mengapresiasi kegiatan edukasi dan literasi keuangan bagi nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Senin (2/3) lalu.

Ia berharap, kegiatan tersebut mampu meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat pesisir sekaligus mempermudah akses permodalan usaha.

Pria yang akrab disapa Jigus itu menilai, sosialisasi literasi keuangan sangat penting bagi masyarakat pesisir. Sebab, mayoritas warga Desa Gebang Mekar menggantungkan penghidupan dari sektor perikanan.

“Kami berharap sosialisasi ini berdampak baik bagi warga, khususnya nelayan. Pemerintah daerah juga berharap pihak perbankan dapat memfasilitasi kebutuhan permodalan melalui program KUR,” ujarnya.

BACA JUGA:Mudik Lebaran 2026: Polresta Cirebon Kerahkan 1.200 Personel dan Dirikan 11 Pos Pengamanan

Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya mendorong akses pembiayaan bagi nelayan.
Pemkab Cirebon juga akan memberikan pendampingan serta pembinaan agar pemanfaatan fasilitas pembiayaan berjalan optimal.

“Ke depan akan ada pendampingan bagi nelayan yang sudah mendapatkan fasilitas KUR, agar pemanfaatannya tepat sasaran dan benar-benar membantu usaha mereka,” kata Agus.
Kegiatan edukasi tersebut digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dihadiri anggota Komisi VII DPR RI, Kardaya Warnika.

Ratusan nelayan setempat tampak antusias mengikuti forum tersebut. Mereka juga menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, terutama terkait kesulitan akses permodalan usaha.

Kardaya menyebut, persoalan modal menjadi salah satu keluhan utama nelayan. Ia menegaskan agar akses pinjaman tidak mempersulit masyarakat kecil yang membutuhkan tambahan modal usaha.

BACA JUGA:Apa Saja Cobaan Terberat Saat Puasa dan Bagaimana Cara mengatasinya?

“Modal ini jangan sampai kesannya mempersulit nelayan. Prosesnya harus cepat agar mereka tidak lari ke pinjaman online maupun rentenir,” ujarnya.

Dijelaskannya, pemerintah sebenarnya telah menyediakan program pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga yang disubsidi hingga 50 persen.

Jika bunga pinjaman sebesar 6 persen, maka separuhnya ditanggung pemerintah sehingga nasabah hanya membayar sekitar 3 persen.

“Kita minta pihak bank tidak mempersulit nelayan atau warga yang mengajukan KUR. Kenapa banyak masyarakat terjerat pinjol? Karena responsnya cepat. Ini yang harus dibenahi,” tegasnya.

BACA JUGA:FIFA Lobi Iran Agar Tak Mundur dari Piala Dunia 2026, Gianni Infantino Turun Tangan

Kategori :