“Kita Alhamdulillah sudah mengamankan masalah pangan yang mendasar,” katanya.
BACA JUGA:Komisaris Utama Pertamina Tinjau SPBU Rest Area KM 57, Pastikan Kesiapan BBM Arus Mudik 2026
Di sisi lain, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah rencana strategis di sektor energi.
Berbagai program yang telah dirancang sebelumnya akan dipercepat pelaksanaannya guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Menurut Prabowo, percepatan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya gejolak energi di tingkat global.
Ia juga menyinggung langkah-langkah yang diambil sejumlah negara dalam menghadapi potensi krisis energi.
Salah satu contoh yang disebutkan adalah kebijakan yang diterapkan oleh Pakistan. Negara tersebut dinilai telah menerapkan langkah-langkah penghematan energi secara serius sebagai bentuk antisipasi terhadap situasi global.
Bahkan, pemerintah Pakistan telah menetapkan kebijakan yang tergolong sebagai langkah kritis atau critical measures dalam menghadapi tantangan energi.
Beberapa kebijakan yang diterapkan antara lain pemberlakuan sistem kerja dari rumah atau work from home bagi pegawai pemerintah maupun swasta.
“Sebanyak 50 persen pegawai bekerja dari rumah, kemudian hari kerja juga dipangkas menjadi hanya empat hari dalam seminggu,” jelasnya.
Langkah-langkah tersebut, kata Prabowo, menunjukkan bahwa banyak negara mulai mengambil kebijakan serius dalam menghadapi potensi krisis energi global.
Karena itu, pemerintah Indonesia juga diminta untuk bersiap dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar ketahanan energi nasional tetap terjaga. (*)