Jasa Marga Ingatkan Pemudik: Jangan Sampai Kehabisan Saldo E-Toll

Rabu 25-03-2026,05:03 WIB
Reporter : Moh Junaedi
Editor : Rusdi Polpoke

JAKARTA, RADARCIREBON.COM – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengingatkan para pemudik yang kembali ke wilayah Jabodetabek agar memastikan saldo uang elektronik (e-toll) mencukupi sebelum memulai perjalanan.

Imbauan ini disampaikan menyusul hasil evaluasi arus mudik dan balik Lebaran 2026, khususnya pada periode H-10 hingga H+1 Idulfitri 1447 Hijriah atau 11–22 Maret 2026.

Berdasarkan data evaluasi, masih banyak pengguna jalan tol yang kehabisan saldo e-toll saat tiba di gerbang tol. Kondisi ini berdampak langsung pada kelancaran lalu lintas.

BACA JUGA:WFA 25-27 Maret 2026 Berlaku, Ini Ketentuan Lengkap untuk Karyawan Swasta

Di Gerbang Tol Kalikangkung, misalnya, tercatat sekitar 21.000 kendaraan terpaksa melakukan top up di lokasi karena saldo tidak mencukupi.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 4,9 persen dari total 442.000 kendaraan yang melintas selama periode tersebut.

Angka ini menunjukkan bahwa kesadaran pengguna jalan dalam mempersiapkan saldo e-toll masih perlu ditingkatkan.

Dalam keterangan tertulisnya, Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono menjelaskan, aktivitas pengisian ulang saldo di gerbang tol menjadi salah satu penyebab utama kemacetan.

“Kurangnya saldo e-toll yang berujung pada top up di gerbang tol dapat menimbulkan penundaan cukup lama dan memicu antrean kendaraan,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kendala tersebut, Jasa Marga merekomendasikan pengguna jalan tol, khususnya kendaraan Golongan I dari arah Semarang menuju Jakarta, untuk menyiapkan saldo minimal sebesar Rp500.000.

BACA JUGA:Arus Balik Tol Cipali Naik 88 Persen, Malam Ini 87 Ribu Kendaraan Mengarah ke Jakarta

Langkah ini dinilai penting guna mempercepat transaksi di gerbang tol sekaligus menghindari antrean panjang akibat pengisian saldo di tempat.

“Jika ribuan kendaraan melakukan top up di gerbang tol secara bersamaan, maka waktu tempuh perjalanan dipastikan akan semakin lama,” bebernya.

Selain memastikan saldo mencukupi, pengguna jalan juga diingatkan untuk memahami sistem transaksi tertutup yang diterapkan di ruas Jalan Tol Trans Jawa.

Dalam sistem ini, tarif tol dihitung berdasarkan jarak tempuh. Artinya, kartu e-toll yang digunakan saat masuk harus sama dengan kartu saat keluar.

Kategori :