CIREBON, RADARCIREBON.COM – Upaya serius dilakukan Bumdes Munjul Berkah, Desa Munjul, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, dalam mencegah penyebaran penyakit berbahaya pada ternak kambing.
Langkah ini menyusul maraknya kasus kematian kambing milik warga akibat serangan cacing hati dalam beberapa waktu terakhir.
Direktur Bumdes Munjul Berkah, Iin Kuslani, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini fokus menjaga kesehatan sekitar 70 ekor kambing yang dikelola.
BACA JUGA:Wabup Kuningan Dorong Kopdes dan Bumdes Dilibatkan dalam Program MBG, Begini Tujuannya
Berbagai upaya preventif dilakukan, mulai dari perawatan intensif hingga penyemprotan disinfektan secara rutin.
“Banyak kambing milik warga yang mati akibat serangan cacing hati. Karena itu kami melakukan pencegahan ekstra, termasuk penyemprotan disinfektan secara berkala,” ujar Iin, Rabu 8 April 2026.
Ia menjelaskan, cacing hati seperti Fasciola gigantica dan Fasciola hepatica menjadi ancaman serius bagi peternakan kambing.
Parasit ini dapat menyerang organ hati ternak dan menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.
Meski permintaan pasar cukup tinggi, Bumdes Munjul Berkah memilih untuk tidak terburu-buru menambah populasi ternak.
BACA JUGA:Pengelolaan Waduk Darma Bakal Diserahkan ke BumDes?
Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak mengalami kerugian akibat wabah yang belum sepenuhnya terkendali.
“Untuk sementara kami belum menambah ternak baru. Kami ingin memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melakukan ekspansi,” jelasnya.
Sebagai strategi menjaga keberlangsungan usaha, Bumdes juga melakukan diversifikasi bisnis.
Sebagian modal dialihkan ke sektor lain seperti budidaya jagung pipil dan usaha produktif lainnya guna menjaga stabilitas keuangan.
Di sisi lain, penjualan kambing tetap berjalan dengan prinsip selektif. Bumdes Munjul Berkah menegaskan tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga mengutamakan kualitas dan kepercayaan masyarakat.