"Selain itu, terdapat pula proyek di Kota Palembang yang kini proses konstruksinya mencapai 74 persen, dengan target operasional Oktober 2026," imbuh dia.
Qodari mengatakan bahwa groundbreaking ini diharapkan dapat mendukung target pembangunan PSEL di 30 lokasi atau aglomerasi di 61 kabupaten/kota di seluruh Indonesia pada 2029.
Jika seluruhnya terealisasi, kapasitas pengolahan sampah menjadi energi dapat mencapai 33.000 ton per hari, atau setara hampir 23 persen dari total timbulan sampah nasional pada 2029.
Ia menambahkan bahwa langkah ini tidak hanya mengatasi krisis pengolahan sampah, yang saat ini mencapai 141.296 ton per hari, tetapi juga mendukung transisi energi Indonesia menuju energi baru dan terbarukan (EBT).
"Ini menegaskan komitmen pemerintah melalui PSEL sebagai solusi pengelolaan sampah sekaligus langkah menuju pembangunan rendah karbon dan ekonomi sirkular," pungkas dia. (*)