BACA JUGA:Cegah Kekerasan, Fatayat NU Kota Cirebon Bekali Kader Lewat Kegiatan Ini
Kemenkes juga terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan cakupan imunisasi, mulai dari pendekatan berbasis komunitas hingga pemanfaatan teknologi dalam pemantauan program.
Dari sisi mitra global, Perwakilan UNICEF Indonesia, Jean Lokenga, menegaskan bahwa imunisasi merupakan hak dasar setiap anak yang harus dipenuhi tanpa terkecuali.
Ia mengungkapkan bahwa melalui inisiatif global The Big Catch-Up, lebih dari 100 juta dosis vaksin telah berhasil didistribusikan di 36 negara.
“Ini membuktikan bahwa dengan komitmen bersama, tidak ada anak yang tidak bisa dijangkau."
"Namun perlu diingat, kampanye ini bukan pengganti sistem imunisasi rutin yang kuat, melainkan pelengkap,” ujar Jean.
Sementara itu, perwakilan WHO Indonesia, Olivia, menilai imunisasi sebagai salah satu intervensi kesehatan masyarakat paling efektif dalam mencegah penyakit dan kematian pada anak.
BACA JUGA:Aksi Humanis Polres Cirebon Kota, Ojol Dapat Cuci Motor Gratis dan Edukasi Kamtibmas
Ia juga mengapresiasi langkah Indonesia yang dinilai aktif dalam menyelenggarakan Pekan Imunisasi Dunia secara masif dibandingkan banyak negara lainnya.
“Tidak semua negara menjalankan kampanye imunisasi sebesar ini. Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat."
"Namun tantangan masih ada, terutama dalam menjangkau anak zero-dose dan membangun kepercayaan publik terhadap imunisasi,” ungkapnya.
Dengan berbagai upaya kolaboratif ini, pemerintah optimistis cakupan imunisasi nasional dapat kembali meningkat dan merata.
Fokus utama kini adalah memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang terlewat dari layanan imunisasi dasar, sehingga generasi mendatang dapat tumbuh lebih sehat, kuat, dan terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya. (*)