RADARCIREBON.COM – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono resmi membuka Kick-Off Program Mba Maya (Membina dan Memberdaya) 2026 yang mengusung tema “Usaha Berkah dalam Bingkai Ekonomi Syariah” di Menara PNM Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Program yang digagas PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) itu menjadi langkah nyata dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis syariah, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan nasabah perempuan di berbagai daerah Indonesia.
Acara tersebut turut dihadiri Direktur Utama PT PNM Arief Mulyadi, Direktur Pembiayaan Syariah LPDB KUMKM Ari Permana, Pengurus Pusat MES Siti Ma’rifah, serta ribuan nasabah PNM yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring.
Dalam sambutannya, Menkop Ferry Juliantono memberikan apresiasi kepada PNM yang dinilai konsisten melibatkan MES sebagai mitra strategis dalam menjalankan Program Mba Maya.
BACA JUGA:Tak Hanya KDKMP, Kemenkop Perkuat Koperasi Lama dengan Pembiayaan Murah
BACA JUGA:Kemenkop Perkuat Akses Pembiayaan Kopdes Merah Putih, Ini Strategi dan Peluangnya
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi nyata dalam membangun ekonomi rakyat berbasis syariah yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Keberlanjutan program ini sangat penting sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian pelaku usaha, termasuk ibu-ibu nasabah Mekaar,” ujar Ferry.
Program Mba Maya sendiri selama ini dikenal fokus pada pembinaan dan pemberdayaan pelaku usaha kecil, terutama perempuan prasejahtera yang tergabung dalam program PNM Mekaar atau Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera.
Dalam kesempatan itu, Ferry juga menyoroti sistem Command Center dan dashboard monitoring milik PNM yang dinilai sangat detail dalam mendukung pendataan serta pengawasan program pemberdayaan masyarakat.
BACA JUGA:RUPS Tahunan 2025: Patra Jasa Catat Kinerja Positif dengan Pendapatan Rp5,5 Triliun
BACA JUGA:Misteri 15 Situs Megalitikum di Gunung Ageung Majalengka, Ada Batu Bermedan Magnet Kuat
Berdasarkan laporan yang diterima Kementerian Koperasi, sepanjang 2025 Program Mba Maya telah menjalankan 248 kegiatan di 20 kabupaten/kota dan 173 kecamatan di Indonesia.
Program tersebut melibatkan 17 pengurus daerah MES dengan dukungan 84 narasumber dan berhasil menjangkau 10.924 peserta sebagai penerima manfaat.
Tak hanya itu, MES juga aktif berkolaborasi dalam pelatihan dan pendampingan UMKM halal di tujuh kabupaten/kota dengan total 412 peserta.