Aktivisme Kolam Lele dan Revolusi Ayam Petelur

Selasa 11-08-2026,18:07 WIB
Editor : Tatang Rusmanta

Jika keberanian intelektual hanya diuji di halaman sendiri, keberanian itu belum banyak mengalami ujian.

Orang dapat terdengar sangat galak ketika lawan tidak berada di ruangan. Orang dapat terlihat sangat pintar ketika pertanyaan balik tidak harus dijawab.

Dan orang dapat terlihat sangat idealis ketika seluruh persoalan dunia dapat dipanggil masuk ke caption tanpa harus disentuh melalui kerja nyata dan berkesinambungan. 

Namun kritik terhadap Alam tidak membutuhkan psikologisasi. Tidak perlu menyebutnya mengalami gangguan mental untuk menjelaskan mengapa argumennya buruk.

Kesalahan historis dapat dibuktikan melalui sejarah. Kesalahan konseptual dapat dibongkar melalui teori. Kekeliruan membaca teks dapat ditunjukkan melalui teks itu sendiri.

Diagnosis psikologis bukan senjata argumentasi dan tidak memiliki tempat dalam kritik intelektual kecuali ada dasar klinis yang memang relevan.

Di sinilah perbedaan antara kritik dan penghinaan personal dapat dijaga. Alam dapat disebut keliru ketika memang keliru. Kritiknya dapat disebut dangkal ketika argumennya dangkal.

Sikapnya dapat disindir sebagai “si paling aktivis” apabila tulisan yang ditampilkan memang memberikan dasar bagi pembacaan tersebut.

Tetapi semua itu harus ditunjukkan melalui kerja argumentasi, bukan melalui klaim tentang kondisi kejiwaannya.

Tetralogi Fathan sendiri tentu terbuka untuk dibantah. Tetralogi bukan kitab suci. Pembacaan mengenai Cirebon dapat diuji. Penggunaan Yi-Fu Tuan, Paul Ricoeur, Salman Rushdie, Geertz, konsep melting pot, salad bowl, hingga gagasan Daerah Istimewa Cirebon dapat diperdebatkan.

Bahkan titik-titik paling kuat dalam tetralogi justru akan semakin kuat jika berhadapan dengan kritik yang benar-benar memahami objeknya.

Tetapi kritik semacam itu membutuhkan pekerjaan. Ia harus membaca seluruh tetralogi. Ia harus memahami hubungan antarbagiannya. Ia harus memeriksa konteks Gotrasawala Wangsakerta pada 1599 Saka atau 1677 Masehi.

Ia harus menjelaskan mengapa penggunaan Rushdie tidak relevan jika memang demikian. Ia harus menunjukkan bagian yang mengusulkan pembentukan provinsi baru jika tuduhan tersebut hendak dipertahankan.

Ia harus menerangkan mengapa teori kebudayaan tidak relevan tanpa mengubah fungsi teori menjadi pekerjaan kementerian.

Kritik yang baik tidak perlu membuktikan bahwa pengarang yang dikritik adalah orang jahat. Kritik cukup membuktikan bahwa sebuah argumen salah.

Di situlah Alam menghadapi persoalan yang jauh lebih sulit daripada sekadar membuat unggahan Instagram.

Kategori :