Cara Menghindari Salah Hitung Sebelum Membeli Mobil Kedua
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar pajak kendaraan tidak menjadi pengeluaran tak terduga.
Pertama, cek estimasi PKB sebelum membeli mobil. Jangan hanya menghitung harga kendaraan atau cicilan.
Masukkan pula estimasi kewajiban pajak tahunan dalam perencanaan keuangan.
Kedua, pastikan kendaraan lama yang sudah dijual telah diproses administrasinya.
Langkah ini penting agar kendaraan yang sebenarnya sudah tidak dimiliki tidak terus memengaruhi data kepemilikan.
Ketiga, simpan dokumen transaksi jual beli kendaraan dan dokumen administrasi lainnya. Dokumen tersebut dapat berguna jika terjadi perbedaan data kepemilikan.
Terakhir, jangan menjadikan tarif pajak dari kendaraan atau provinsi lain sebagai patokan mutlak. Gunakan data kendaraan dan wilayah tempat kendaraan tersebut terdaftar.
Pada akhirnya, pajak progresif bukan sekadar tambahan biaya bagi pemilik lebih dari satu mobil.
Pemilik perlu memperhitungkannya sejak awal agar keputusan membeli kendaraan kedua tidak hanya terlihat murah dari harga beli, tetapi juga tetap sesuai dengan kemampuan membayar biaya tahunan.
Dengan memahami pengertian, waktu pengenaan, dan cara menghitungnya, calon pemilik kendaraan dapat membuat perencanaan biaya yang lebih realistis sebelum menambah mobil di garasi.
*Ditulis oleh Najwa Aulia, Mahasiswi Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.